Senin, 10 Januari 2011


Nama   : Ryanno Mangewa
NRI     : 070213072
Tugas Manajemen dan Kewirausahaan
“Bisnis Pengetahuan”

            A.Pendahuluan
Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah pelbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal.Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut. Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulangkali. Misalnya, seseorang yang sering dipilih untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan tentang manajemen organisasi.
Manajemen pengetahuan (Bahasa Inggris: knowledge management) adalah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.
Ilmu kedokteran, misalnya, bisa berkembang sangat pesat sampai ke kondisinya yang sekarang, sejak pengetahuan dalam ilmu itu dibuat explisit, yaitu bisa dipelajari oleh siapa saja yang mau dan mampu (bandingkan dengan ilmu perdukunan yang hanya bisa diturunkan kepada anak-cucu sendiri). Demikian pula ilmu engineering sehingga orang bisa membuat roket sampai ke bulan, atau ilmu fisika yang memungkinkan sekarang orang sudah sampai kepada teknologi nano (membuat benda sampai 1/10 pangkat sekian) sehingga bisa dibuat alat-alat kedokteran yang bisa memeriksa bagian dalam tubuh manusia tanpa mengoperasi, atau membuat komputer sekecil telapak tangan. Dalam ilmu, pengetahuan sengaja dibuat eksplisit, agar terus-menerus bisa dikembangkan.
Dulu, orang berproduksi hanya mengandalkan sumber daya alam. Misalnya, orang berburu, memancing atau memetik hasil hutan saja untuk memenuhi keperluan-keperluannya. Tetapi lama-kelamaan mulai terasa bahwa dengan menambahkan sumber daya manusia (terutama akalnya), maka orang akan bisa lebih efektif dan efisien dalam berproduksi. Maka mulailah dikenal pertanian, peternakan dan upaya budi daya sumber-sumber alam lainnya. Setelah itu, timbul lagi kebutuhan akan modal, karena dengan investasi dana tertentu, akan bisa dibuat alat-alat tertentu untuk lebih meningkatkan lagi efisiensi dan efektivitas produksi. Maka sejak zaman revolusi industri, tiga modal kerja yang utama adalah SDA (Sumber Daya Alam), SDU (Uang) dan SDM (Manusia), dan ilmu manajemen pun berkisar pada upaya untuk mengoptimalkan kinerja antar ketiga modal kerja itu.
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia motivasi, sikap kerja, keterampilan dsb.) dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Namun di antara berbagai faktor internal manusia, akhir-akhir ini diketahui bahwa faktor pengetahuan adalah faktor yang sangat penting dan bisa dikelola sedemikian rupa untuk lebih mengoptimalkan lagi produktivitas kerja. Inilah yang sekarang ini dikenal sebagai Konowledge Management, yaitu upaya mengelola pengetahuan seluruh laryawan perusahaan, sedemikian rupa, sehingga setiap karyawan mengerti betul akan tugasnya, mampu memberikan informasi kepada pelangganan atau rekan sekerjanya, dan pada akhirnya mmebuat karyawan itu senang pada pekerjaan dan perusahaannya. Caranya adalah dengan meng-eksplisitkan sebanyak mungkin pengetahuan dan informasi dalam perusahaan.
B.Pembahasan
Ilmu tentang KM (Knowledge Management) dikembangkan antara lain oleh Karl-Erik Svelby, seorang berbangsa Swedia, mantan akuntan dan manajer yang sekarang menjadi profesor di Swedish Business School Henken di Helsinki. Salah satu ajarannya adalah selalu bersikap terbuka, siap terhadap informasi-informasi baru. Dalam istilah Svelby sendiri: Unlearning Experience. Sedangkan pengajaran teknik-teknik KM itu sendiri dikemasnya dalam suatu program pelatihan yang dinamakan "Tango" ( catatan: Keagenan Svelby Knowledge Associate (SKA) di Indonesia di pegang oleh PT Dunamis - Henk Senkey: Dengan paradigma Unlearning Experience ini, maka buat Svelby pengetahuan bukan lagi obyek atau barang jadi yang bisa diperjual belikan atau dihibahkan (seperti pada kursus bahasa Inggris atau kursus komputer), malainkan adalah suatu proses. Sebagai proses, maka yang dikelola (managed) adalah orang (dinamakan People Track KM), bukan informasinya itu sendiri (IT Track KM). Kalau kemudian kita bagi lagi kedua jenis KM itu dengan tingkatan manajemennya (tingkat perusahaan atau tingkat individual), maka kita akan mendapat matrix seperti ini:
Knowledge Management
Tingkat
IT Track
(pengetahuan = obyek)
People Track
(pengetahuan = proses)
Organisasi
Komputerisasi organisasi
Ahli teori organisasi
Individu
Spesialis program
Psikolog
Dari matrix di atas terlihat bahwa orang yang berorientasi pada pengetahuan = obyek merujuk pada ilmu tentang IT (Information Technology), sedangkan orang yang berorientasi pada pengetahuan = proses akan lebih berorientasi pada filsafat, sosiologi atau psikologi. Dalam realitanya, orang IT memerlukan komputer, sedangkan orang People track tidak memerlukan komputer.Contohnya :Tahun 1985, divisi pengembangan produk Matsushita Electric yang bermarkas di Osaka sedang berusaha keras menciptakan mesin pembuat roti model terbaru. Mereka mendapatkan kesulitan untuk membuat agar mesin tersebut dapat membuat adonan roti secara tepat. Dengan segala usaha yang telah mereka lakukan, hasilnya selalu pada saat dipanggang bagian luarnya agak hangus sedangkan bagian dalamnya belum matang. Para karyawan menganalisa permasalahan tersebut secara sangat cermat. Mereka bahkan menggunakan perbandingan dengan sinar X antara adonan roti yang dihasilkan mesin dan adonan roti yang dibuat oleh pembuat roti profesional. Tetapi tetap mereka tidak mendapat data yang diharapkan. Sampai akhirnya, pengembang software Ikuko Tanaka mengajukan solusi yang reatif. Osaka Internasional Hotel memiliki reputasi sebagai pembuat roti terbaik di Osaka, mengapa tidak menjadikan mereka sebagai model? Tanaka kemudian dilatih oleh kepala pembuat roti hotel tersebut untuk mempelajari teknik pembuatan adonan roti yang tepat. Tanaka kemudian mempelajari bahwa si pembuat roti memiliki cara yang unik dalam menarik dan menggulung adonan roti. Setelah selama 1 tahun mencoba dan berkali-kali gagal, akhirnya Tanaka bersama tim teknisnya berhasil membuat spesifikasi produk yang berhasil meniru teknik tarikan & gulungan adonan dengan sempurna dan hasil rotinya persis seperti yang dihasilkannya oleh kepala pembuat roti hotel Osaka.Mesin pembuat roti dengan metoda gulungan ganda yang unik buatan Matsushita menjadi produk rumah tangga terlaris dalam sejarah penjualan alat-alat rumah tangga di Jepang.
Pengetahuan dan keterampilan pembuat adonan roti Hotel Osaka dalam contoh di atas, adalah sebuah pengetahuan tacit yang sangat personal, yang tidak hanya pada tataran kognitif, melainkan juga pada tataran intuitif, sehingga pakar yang bersangkutan pun sulit menerangkannya, apalagi mengajarkannya kepada orang lain. Tetapi pengetahuan tacit yang dimiliki si koki berkat pengalamannya yang puluhan tahun itu akhirnya bisa juga dijadikan eksplisit oleh Tanaka, melalui proses yang lama dan menuntut kesabaran dan komitmen yang tinggi, sehingga akhirnya bisa menjadi perngetahuan perusahaan yang sangat menguntungkan perusahaan.
Namun selain proses tacit ke eksplisit (Eksternalisasi: dari Tanaka ke seluruh karyawan), juga ada proses-proses KM lainnya, yaitu tacit ke tacit (Sosialisasi: dari koki ke Tanaka), Eksplisit ke tacit (Internalisasi: dari pengetahuan organisasi diserap menjadi pengetahuan individu oleh masing-masing karyawan), dan dari Eksplisit ke Ekspilist (kombinasi: eksplisit - tacit - Eksplisit dst.).
Dengan perkataan lain, seluruh proses KM ini pada dasarnya adalah proses belajar yang terus-menerus. Para filsuf, sosiolog dan ilmuwan lainnya (termasuk ilmuwan fisika), sering berujar, "Yang tidak berubah di jaman sekarang ini, hanyalah perubahan itu sendiri". Karenanya orgnaisasi atau perusahaan, harus terus-menerus berubah, jika ingin tetap survive. Intinya supaya perusahaan bisa terus berubah untuk mengantisipasi perubahan dan persaingan dunia usaha di luar, adalah orang-orangnya harus bisa berubah, siap untuk meninggalkan comfort zone (kebiasaan-kebiasaan nyaman di masa lalu yang enggan untuk ditinggalkan), siap untuk berinovasi dan siap untuk berbagi, yang pada gilirannya memang sangat ditentukan oleh berbagai macam faktor psikologik (gengsi, harga diri, kecemasan, persaingan, ambisi dsb
Konsep manajemen pengetahuan (knowledge management) adalah sebuah konsep baru di dunia bisnis yang telah dterapkan berbagai perusahaan besar di dunia. Pada prinsipnya, konsep knowledge management bertujuan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan memperbaiki komunikasi antara seluruh bagian perusahaan dan meningkatkan penguasaan pengetahuan dengan melakukan transfer pengetahuan (knowledge sharing).
Pengetahuan terbagi menjadi dua jenis, yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit knowledge adalah pengetahuan yang tersimpan dalam otak manusia, misalnya pemikiran, hapalan dan lain-lain. Explicit knowledge adalah pengetahuan yang berada di luar kepala, misalnya buku, jurnal, dokumen dan lainlain. Konsep knowledge management berusaha untuk memadukan dan mengkombinasikan pengetahun tersebut untuk meningkatkan daya saing.
Pembinaan yang Berkelanjutan Konsep knowledge management dapat menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan penguasaan pengetahuan UKM. Konsep tersebut memiliki ruang lingkup luas, meliputi teknologi informasi, dukungan dari pihak manajemen, budaya, strategi dan tujuan, struktur organisasi, motivasi dan manajemen SDM. Penerapannya dapat dilakukan dengan menganalisis kebutuhan dasar dari UKM, pemetaan konsep dan sasaran,
implementasi dan menerima umpan balik. Strategi implementasi knowledge management dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu dari sudut eksternal dan internal. Dari sudut eksternal, peran tersebut dilakukan oleh pemerintah, yaitu dengan melakukan pembinaan berkelanjutan, melakukan studi banding terhadap negara tetangga yang sukses dalam
mengembangkan UKM, memfasilitasi dalam pelaksanaan transfer pengetahuan, memberikan fasilitas teknologi informasi dan membantu UKM dalam membangun jaringan.
Pendekatan internal adalah peran yang dilakukan dari UKM sendiri, yaitu membangun jaringan antara UKM dalam bidang sejenis (cluster), membangun budaya saling belajar, aktif dalam membina SDM, memberikan dukungan kepemimpinan dan memanfaatkan teknologi informasi. Pendekatan dari dua sisi secara simultan dan berkesinambungan akan meningkatkan penguasaan pengetahuan dari UKM.
Andrew Carnegie mengatakan: badan memiliki modal tak tergantikan hanya pengetahuan dan kemampuan karyawan. Produktivitas modal tergantung pada bagaimana orang efektif menggunakan kemampuan mereka dan kemampuan yang bisa dibagi. Terbatas dalam ruang dan waktu, sejumlah besar informasi dan perubahan bit-rate era ekonomi pengetahuan, e-commerce, outsourcing dan manajemen pengetahuan adalah utama sarana untuk beradaptasi dengan situasi. Teknologi TI dan Internet, perkembangan pesat dari dampak yang kuat pada model bisnis tradisional perusahaan. Untuk memenangkan pasar, masing-masing perusahaan harus menjadi pemimpin pengetahuan dalam transformasi digital dari perusahaan dan memupuk daya saing inti mereka.
80-an di abad ke-20, pertumbuhan ekonomi Profesor Paul Romer's dari 4 elemen teori bahwa pengetahuan merupakan faktor yang paling penting dari pertumbuhan ekonomi, ia berkata: Pertama, pengetahuan dapat meningkatkan hasil; Kedua, pengetahuan kebutuhan investasi; ketiga , ada lingkaran kebajikan pengetahuan dan hubungan investasi, promosi investasi, pengetahuan mempromosikan investasi. Pada hari ini teknologi tinggi yang didorong oleh era informasi, nilai aktiva tetap dan produk lain miliki, semakin tercermin dalam sumber-sumber pengetahuan, sumber daya ini termasuk goodwill bisnis, merek, kekayaan intelektual, hubungan pelanggan, kemitraan , perusahaan IT sistem, inovasi bisnis, dan perusahaan modal manusia dan seterusnya, sehingga aset perusahaan terbesar harus mengikuti modal, tenaga kerja setelah pemenang sumber daya "Ketiga" - sumber daya pengetahuan.
Setiap perusahaan memiliki sumber daya pengetahuan, tetapi hanya sedikit perusahaan dapat sepenuhnya mengembangkan potensi sumber daya pengetahuan, di banyak perusahaan, pengetahuan adalah modal idle. Serupa dengan rantai nilai perusahaan, perusahaan juga ada rantai pengetahuan. rantai nilai Smooth, dapat perkembangan modal perusahaan, dan rantai pengetahuan memungkinkan perusahaan untuk terus mengembangkan lancar, pada kenyataannya, sepenuhnya tergantung pada rantai nilai, pengetahuan rantai, halus mulus. Ada banyak perusahaan kereta sebelum kuda, atau hal-hal sepele, nilai inti perusahaan rantai posisi di bagaimana perkembangan sumber daya pengetahuan, pengembangan dan penggunaan hanya satu jenis foil. Dalam masyarakat hari ini, jika bukan pemimpin pengetahuan dalam perusahaan dapat memperoleh pertumbuhan parsial dan sementara, globalisasi ekonomi, perkembangan pengetahuan, nilai-nilai, informasi masyarakat bawah pengaruh gelombang besar pembangunan, perusahaan akhirnya akan kalah. Jepang baru-baru ini mengumumkan April 1, 2001 31 Maret laporan keuangan tahun 2002 laporan perusahaan besar, menciptakan mitos perusahaan elektronik Jepang Jepang, antar-7 Sony, enam lainnya semua ke dalam kerugian besar. Ini telah di pasar Cina dan pasar dunia usaha besar semua-kuat, kemudian memimpin dunia ini mengandalkan teknologi canggih dan inovasi. Selain kerugian saat ini pengaruh akibat penurunan ekonomi global dari sistem manajemen birokrasi mereka, inovasi lambat dan mekanisme pengambilan keputusan, karyawan kaku hierarki yang ketat, adalah akibat langsung dari hilangnya alasan. Perusahaan-perusahaan besar di Jepang masih tetap di masyarakat industri besar, mereka untuk pengembangan dan penggunaan sumber daya informasi yang tidak mengikuti waktu, sehingga perusahaan-perusahaan ini diusir dari pengetahuan dan inovasi sekarang mainstream tidak mengherankan bahwa siklus ekonomi. Pengoperasian perusahaan terkemuka pengetahuan telah terkait dengan kelangsungan hidup hari ini, kita melihat hari ini, perusahaan-perusahaan sukses di dunia melakukan apa yang mereka inginkan, mereka untuk menunjukkan keberhasilan mereka memiliki sumber daya pengetahuan, pengembangan dan penggunaan.
Sebuah rantai pengetahuan perusahaan terhubung ke setiap sudut perusahaan, yang bentuk dan manifestasi dari sistem informasi sebuah perusahaan, terlepas dari apakah suatu perusahaan memiliki kontrol penuh oleh TI dan komputer sistem informasi, sistem informasi selalu ada, yang mirip dalam kehidupan organik dari sistem saraf pusat. Tapi sebuah perusahaan tanpa rantai pengetahuan setara dengan sistem informasi, sistem informasi utama, keberadaan alam; pengetahuan, banyak informasi itu berasal, itu adalah melalui ekstraksi informasi, identifikasi, analisis dan ringkasan konversi datang, sehingga sistem informasi adalah dasar untuk manajemen pengetahuan, pengembangan pengetahuan dan pemanfaatan sumber daya merupakan perpanjangan dari sistem informasi manajemen. Biarkan rantai pengetahuan untuk fungsi, pengusaha dan bisnis kebutuhan sumber daya perusahaan manajemen pengetahuan untuk mengidentifikasi, memperoleh, dan pengembangan. Ini proses pengolahan informasi dalam masalah ini, tapi juga proses pengolahan informasi dari sesuatu yang lain.
Untuk pemimpin bisnis berbasis pengetahuan pembangunan, untuk menghadapi dan memecahkan pengetahuan tiga kategori berikut.
1. Informasi overload. Biasanya perusahaan yang telah memiliki pengetahuan yang diperlukan, tapi tersesat dalam informasi yang berlebihan. Karyawan perusahaan Fortune 1000 rata-rata setiap hari mengirim dan menerima informasi dan dokumen 178, 84% dari karyawan per jam akan 3 sampai 4 kali informasi yang mengganggu. 71% karyawan percaya bahwa informasi lebih tak tertahankan. alat komunikasi Baru tidak menggantikan alat akrab tua, tetapi sebagai perlengkapan tambahan. 69% dari bisnis tidak membuat aturan untuk komunikasi. Hewlett-Packard CEO Lupulate kata, untuk mengetahui apakah HP Hewlett-Packard harus menyadari semua keuntungan kami akan memperluas 3 kali.

Informasi usia tidak cukup informasi, tidak berbagi ketidakseimbangan informasi, tetapi ledakan informasi dan informasi yang berlebihan. Pegunungan informasi dimakamkan emas, perlu menggali keluar dari bisnis. Informasi overload masalah tidak terselesaikan, perusahaan akan tenggelam dalam hal pekerjaan, kehilangan arah, tidak untuk mengembangkan pengetahuan, pengetahuan sehingga tidak dapat memimpin.

2. Kerjasama dan koordinasi. Enterprise bekerja dan misi dari bagian yang lebih dari itu semua lebih sulit untuk bekerja dengan, semakin sulit untuk mengkoordinasikan pekerjaan. globalisasi ekonomi memerlukan berbagai daerah, tim yang berbeda, item yang berbeda dari karyawan, departemen dan kerjasama dan koordinasi perusahaan. IBM, di halaman web sendiri janji "Tidak peduli siapa Anda, di belakangnya pada tahun 2000 terakhir di kawasan Cina Daratan dan lebih dari 130.000 profesional di 150 negara di seluruh dunia kebijaksanaan para ahli dan sumber daya." Komitmen ini mencerminkan budaya perusahaan IBM mencerminkan sumber daya pengetahuan yang kuat IBM pada pengembangan dan penggunaan, mencerminkan kerjasama IBM dan koordinasi di dalam perusahaan. Inilah sebabnya mengapa IBM perusahaan IT dapat alasan bidang pohon cemara.

3. Produk dan inovasi proses. Dalam perekonomian global yang cepat berubah harus mempertahankan keunggulan kompetitif dalam produk dan inovasi proses. Kecepatan inovasi teknologi, divisi layanan mikro-dan pelanggan skala besar disesuaikan dengan perusahaan hanya berjalan lebih cepat, dan inovasi yang berkelanjutan untuk tetap di depan. Hari ini, pengetahuan, ide dan solusi inovatif tersebar di seluruh dunia pada tingkat belum pernah terjadi sebelumnya, dimana 10 tahun yang lalu atau 20 tahun lalu tak terbayangkan. Kami pikir ini adalah kesempatan besar, untuk merebut kesempatan besar ini, bisnis hanya dalam produk dan proses inovasi yang berkelanjutan. Apakah ada pemimpin pasar dengan harapan bahwa berdasarkan layanan dan produk dapat diubah untuk menjaga posisinya. Intel dikenal dalam pengembangan chip komputer dan inovasi dengan kemampuan luar biasa, pada kenyataannya, Intel dibuat dalam manajemen sehari-hari dari proses transformasi klasik yang sama. 1995, Gartner Group, Intel Corporation belum dilakukan pada industri IT total biaya kepemilikan (TCO) model, menemukan bahwa TI di bidang perusahaan teknologi informasi, masing-masing PC dalam lingkungan kantor, 3-tahun total biaya rata-rata kepemilikan untuk 9.092 dolar AS . Di antara mereka, perangkat lunak, perangkat keras dan biaya dukungan teknis menjelaskan tentang biaya total kepemilikan 1 / 2 lemah, dan pengguna tidak dapat bekerja karena masalah teknis account untuk biaya yang ditimbulkan oleh lebih dari 50%. Intel Untuk itu proses aplikasi TI perusahaan dalam transformasi standar. Intel memiliki 18 cabang di seluruh dunia, R & D, desain, pengujian, perakitan, penjualan dan fungsi lainnya yang tersebar di seluruh dunia. Untuk seperti perusahaan global besar, proses aplikasi dan lingkungan TI standar, transformasi kesulitan bisa dibayangkan. Hal ini tidak hanya melibatkan perangkat lunak dan perangkat keras terpadu, perubahan budaya perusahaan, tetapi juga reorganisasi proses kerja dan struktur organisasi reorganisasi, dan kekuatan organisasi alokasi-ulang. proses aplikasi dan lingkungan TI yang dibawa oleh pengaruh standarisasi yang jelas. 1997 Intel Corporation telah membuat klien dan server total biaya kepemilikan survei, dan menemukan TCO telah berkembang dari 9.324 dolar AS pada tahun 1995 turun ke 6.310 dolar AS. Bahkan, proses standarisasi IT aplikasi dan lingkungan untuk memberikan manfaat terbesar bagi Intel tercermin di bagian pengguna dari biaya operasi itu 1.995-4.870 dolar AS di set langsung ke 1900 dolar AS. Harus dikatakan bahwa kegagalan perusahaan masing-masing memiliki alasan mereka sendiri, dan perusahaan-perusahaan sukses selalu sebagian besar di perusahaan untuk mengembangkan dan menggunakan sumber daya pengetahuan, pengetahuan dan kepemimpinan untuk memecahkan masalah baru timbul.
Usaha harus berbasis pengetahuan pembangunan perusahaan terkemuka yang saleh ke dalam lingkaran pengetahuan harus dikelola. Informasi tidak setara dengan pengetahuan, tetapi informasi dalam implikasi dari pengetahuan. Pengetahuan adalah pada kisaran manajer dan profesional dan tenaga teknis di perusahaan-perusahaan dalam pelajaran praktek belajar, nilai-nilai orang-orang ini, perwujudan yang spesifik dari orang-orang untuk mengeksplorasi, menggali dan kerangka kognitif untuk bisnis dan lingkungan perusahaan gabungan.

Karena karakteristik pengetahuan, manajemen pengetahuan sulit. Pengetahuan manajemen biasanya mudah menjadi bingung dengan manajemen informasi. Bahkan, manajemen informasi merupakan dasar untuk manajemen pengetahuan. Tanpa manajemen informasi yang baik, manajemen pengetahuan kurang. Untuk perusahaan, ada dua kategori pekerjaan pengetahuan manajemen yang harus dilakukan pertama adalah implisit dalam pengelolaan harian manajemen pengetahuan, bekerja seperti diwakili oleh manajemen ilmiah dan standardisasi manajemen. Tidak ada manajemen sumber daya manusia ilmiah, tersirat dalam pengetahuan karyawan di potensi besar pembangunan tidak dapat digunakan, kekuatan pendorong di belakang inovasi bisnis hilang; bukan organisasi ilmiah untuk mengatur, transfer dan berbagi pengetahuan yang tidak dapat dicapai, tidak ada strategi ilmiah perencanaan, perusahaan tidak dapat memiliki tujuan manajemen pengetahuan untuk meningkatkan daya saing inti mereka.

Yang kedua adalah dari perspektif strategis pada sumber daya sendiri perusahaan dan kemudian memiliki pengetahuan dan pemahaman, evaluasi ulang, dan integrasi dengan demikian lebih lanjut dan pembangunan. Pengakuan yang disebut dan re-evaluasi adalah pemimpin senior perusahaan jelas harus tahu apa pengetahuan sumber daya perusahaan, yang harus jelas sebagai pemimpin perusahaan senior situasi finansial mereka sendiri. Dalam pengetahuan yang jelas tentang sumber daya mereka sendiri, perusahaan manajemen puncak harus memahami bahwa perusahaan pengetahuan kurangnya sumber daya, sumber daya pengetahuan yang memiliki keuntungan. Akhirnya perusahaan harus memiliki tujuan yang jelas dan langkah-langkah untuk mengembangkan dan mengintegrasikan sumber daya pengetahuan bisnis.
Meksiko Cemex, perusahaan semen, industri semen adalah industri matahari terbenam, modal menempati, besar teknologi rendah, dengan kebijakan dan dampak ekonomi yang cukup besar, tinggi-dampak cuaca dan lalu lintas; Meksiko sedang mengembangkan berbagai fasilitas komunikasi dan transportasi Fasilitas ini banyak masalah. Cemex dari sudut pandang visual tidak prospek perusahaan. Tetapi perusahaan mengambil alih pada tahun 1985, ditunjuk oleh presiden setelah lulus Zambrano (MBA Stanford), pertama kali digunakan Iniguez apapun CIO (Wharton MBA lulusan). Zambrano dan sumber daya pengetahuan Iniguez Cemex pada integrasi ilmiah dari komunikasi satelit, pelanggan memesan sistem manajemen dan sistem manajemen jaringan pemasok untuk pabrik anak perusahaan, armada truk dan pemasok untuk manajemen real-time dinamis, perusahaan ini menjadi sebuah hasil kelas dunia Cemex perusahaan semen, omset ketiga di dunia, dan laba di dunia.

Dengan menganalisis kasus Cemex, kami percaya bahwa manajemen pengetahuan harus lebih banyak stres ditempatkan pada sumber-sumber pengetahuan untuk pengetahuan mereka sendiri dan dari integrasi-ulang strategis, karena sebenarnya berkaitan dengan bagaimana manajemen pengetahuan untuk mencapai dan meningkatkan daya saing inti mereka. Pengetahuan manajemen melibatkan manajemen semua isu panas saat ini, seperti dari tingkat pengetahuan tentang manajemen sumber daya manusia, kata aspek ini adalah penggunaan kearifan kolektif untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan inovasi. Bagaimana perusahaan untuk berbagi pengetahuan eksplisit dan pengetahuan tacit untuk menyediakan cara baru, cara memaksimalkan setiap karyawan untuk berkontribusi dalam pengetahuan, tetapi juga dapat menikmati pengetahuan orang lain.
Inovasi dari rekayasa ulang proses dan manajemen pengetahuan adalah bagaimana membuat proses bisnis inti dengan kombinasi organik dari sumber-sumber pengetahuan untuk pengembangan dan gunakan hanya dengan kontak dekat dengan proses bisnis yang spesifik untuk berfungsi secara efektif.
Pengetahuan manajemen terikat untuk mengubah budaya perusahaan, tingkat tinggi manajemen pengetahuan, perusahaan harus berbagi informasi dan mendorong budaya berbagi pengetahuan; pada manajemen pengetahuan budaya bermusuhan perusahaan adalah hambatan terbesar terhadap penyebaran pengetahuan. Karena budaya perusahaan merupakan kompetensi inti dari representasi, tanpa pengetahuan yang baik tentang manajemen perusahaan, budaya perusahaan yang ditunjukkan oleh daya saing inti perusahaan pasti akan buruk.
Dalam ekonomi pengetahuan, pengetahuan akan menjadi bentuk utama dari nilai produksi. Dalam sistem pengetahuan terbaik manajemen, tingkat manajemen perusahaan tradisional, struktur organisasi dan pembatasan geografis akan rusak, yang akan membuat karyawan perusahaan menggunakan pengetahuan untuk berbuat lebih banyak dalam operasi perusahaan. sistem manajemen pengetahuan yang baik dapat mengaktifkan proses manajemen pengetahuan melalui yang dirancang dengan baik menetap di perusahaan dalam rangka untuk berbagi dalam konteks yang lebih luas. Ini bisa lebih dari perusahaan dari pekerja pengetahuan untuk menjadi sumber daya bisnis yang independen, sangat meningkatkan daya saing inti perusahaan.

(C) bergantung pada manajemen pengetahuan untuk meningkatkan daya saing inti

Melalui pembahasan di atas dua masalah, saya percaya bahwa mengandalkan pada manajemen pengetahuan dapat meningkatkan daya saing inti perusahaan. Jadi apa daya saing inti? Daya saing inti perusahaan adalah dampak persaingan dan keterampilan aktivitas-spesifik. Beberapa orang berpikir bahwa berarti bisnis yang lebih kuat dari pesaing keuntungan tertentu adalah bahwa perusahaan memiliki, sementara perusahaan lain yang tak tertandingi adalah kemampuan sumber keuntungan bisnis, adalah sumber daya yang unik. Ada kemampuan inti perusahaan untuk mengidentifikasi mengidentifikasi, mempertahankan meningkatkan, sementara mendorong pengembangan kompetensi inti yang baru adalah manajemen kompetensi inti, isi utama. Perusahaan saat ini melekat sangat penting untuk manajemen dan pengembangan kompetensi inti, sebuah kemampuan kompetitif inti untuk sebagian besar tergantung pada tingkat manajemen pengetahuan. Dalam operasi yang sebenarnya, bagaimana mengidentifikasi kompetensi inti mereka dan bagaimana mengembangkan kompetensi inti dalam kegiatan usaha selalu sulit. Kami percaya bahwa dari perspektif manajemen pengetahuan, daya saing perusahaan inti pemahaman dan pelatihan harus dari aspek berikut.

1. Daya saing inti perusahaan harus menjadi fokus dari strategi pembangunan yang dipilih. Daya saing inti perusahaan, baik atau tidak mudah ditiru oleh orang lain, pertama-tama adalah perusahaan itu sendiri secara khusus baik, dimana perusahaan dapat memperoleh pasar potensial saksi, dan untuk jangka waktu yang panjang dalam pertukaran untuk bertahan hidup dengan modal ini. Semua aspek dari suatu perusahaan akan memiliki kemampuan, tetapi hanya kemampuan kompetitif inti adalah fokus dari strategi pembangunan yang dipilih. kompetensi inti Online sendiri ritel raksasa Amazon diidentifikasi oleh posisi industri teknologi tinggi, daripada orang-orang biasanya berpikir dari ritel, sehingga di Amazon, adalah software engineer dominan, mendirikan Amazon merek dan pertumbuhan yang sangat pesat omset disebabkan oleh teknologi tinggi. Ini adalah kompetensi inti Amazon, fokus strategis adalah pengembangan Amazon.

2. Core kompetitif kemampuan untuk memberikan keunggulan kompetitif utama perusahaan. Dalam 10 tahun terakhir telah menjadi pemimpin Eksekutif dunia Wal-Mart ritel, bergantung pada kompetensi inti untuk memberikan keunggulan kompetitif utama selalu di depan pesaingnya, Wal-Mart di abad ke-20 terus memperkuat sejak investasi 90's di bidang teknologi informasi untuk mendapatkan dasar untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.

Wal-Mart adalah komputer pertama dengan industri untuk melacak inventaris (1969), penggunaan kode bar pertama (1980), awal penggunaan EDI (1985), penggunaan pertama senjata pemindaian nirkabel (1988) perusahaan. Investasi ini telah membuat Wal-Mart dapat secara signifikan mengurangi biaya, peningkatan yang substansial dalam produktivitas modal dan produktivitas tenaga kerja. Sedangkan teknologi informasi adalah tidak cukup untuk keberhasilan Wal-Mart, tetapi merupakan kondisi yang penting untuk keberhasilan Wal-Mart. rahasia Wal-Mart adalah bahwa investasi di bidang teknologi informasi untuk memperkuat nilai-nilai inti untuk memastikan bahwa keunggulan kompetitif Wal-Mart.

3. Kompetensi inti pembangunan harus konsisten dengan waktu. 22 Januari 2002, karena operasi miskin dan beberapa pemasok berhenti memasok bisnis memiliki sejarah abad ke pengecer besar AS Kmart (Kmart) ke Pengadilan Kepailitan Federal Chicago, perusahaan mengajukan perlindungan kebangkrutan, menjadi Amerika Serikat sejarah, perusahaan ritel terbesar untuk mencari perlindungan kebangkrutan. diskon Kmart di 60 yang pertama untuk memasuki jaringan distribusi, menjadi peritel terbesar kedua AS, Kmart dalam metode pemasaran tradisional dan strategi, ada banyak tempat yang unik, dan bahkan pemasaran masih merupakan model pembelajaran. Tapi setelah memasuki 80's, Kmart gagal melanjutkan inti kemampuan kompetitif mereka dan perkembangan zaman gabungan, sehingga kehilangan daya saingnya. McKinsey & Company berfokus pada sejumlah besar raksasa ritel, menemukan bahwa pengecer besar ini menggunakan sejumlah besar teknologi informasi, produktivitas lebih tinggi dari ritel lainnya. Di antara mereka, Wal-Mart merupakan perwakilan luar biasa. The Kmart dan Wal-Mart daripada semua menggunakan teknologi IT dasar adalah 10 tahun di belakang, harus dikatakan bahwa ini adalah alasan utama untuk penurunan dari Kmart. Jelas memiliki lama, bukan daya saing inti dari kali tidak dapat menjamin kelangsungan hidup dan pengembangan usaha.

4. Budaya perusahaan adalah daya saing inti dari karakterisasi utama. Kinerja daya saing perusahaan inti banyak bentuk, daya saing inti dalam struktur, manusia organisasi, aset dan peralatan, dan operator lain, representasi eksternal adalah budaya perusahaan tertentu. slogan GE adalah "mari kita membawa hal-hal yang baik untuk hidup" slogan pada orang-orang biasa di belakang GE perusahaan kebanggaan dan kasih inovasi teknis. GE, salah satu filosofi terbaik meletakkan posisi GE di dunia saat ini, GE dan M & Strategi penjualan melalui implementasi khusus dari salah satu filosofi terbaik, filosofi ini diterjemahkan ke dalam strategi pembangunan GE operasional. Konsep beton, yaitu bahwa insentif yang dibuat oleh efisiensi yang tinggi-GE, struktur organisasi, batas-bebas biaya dan rendah, dan kolaborasi global. Operasi ini sebenarnya sudah daya saing inti GE kinerja tertentu.

Sebagai daya saing inti dari karakteristik budaya kinerja, sehingga kemampuan kompetitif inti sering sulit untuk meniru, dan akan arah jangka panjang dari perusahaan terkemuka. Sebagai peran budaya perusahaan, daya saing inti dan hanya dengan mereka gigih keras meniru.

Kegigihan kompetensi inti dari pedang bermata dua. Segera setelah pembentukan kompetensi inti, Anda tidak akan kehilangan dalam waktu yang lama. Usaha dapat menggunakan keuntungan mereka sendiri, terus menang untuk keuntungan mereka sendiri, tetapi di sisi lain tepi perusahaan untuk mempertahankan kemampuan untuk mengembangkan usaha mempersempit ruang mereka, mudah untuk mengabaikan kesempatan baru.

Budaya perusahaan sulit untuk meniru daya saing inti perusahaan tidaklah semudah transfer bahan baku dan sumber daya lainnya dan akses. Fry kegemparan HP Compaq diakuisisi saat ini masalah besar, inti dari masalah tersebut mungkin daya saing inti perusahaan dapat mengintegrasikan Dan integrasi daya saing inti perusahaan adalah kunci untuk? Apakah pencampuran budaya dua perusahaan. Tidak ada keraguan bahwa penggabungan dua raksasa TI sektor setelah ukuran perusahaan dan ukuran pasar akan meningkat sangat, tetapi berhubungan dengan budaya perusahaan, terkait dengan budaya perusahaan, kekuatan inti yang kompetitif, masalah tidak akan satu ditambah satu sama dengan dua begitu sederhana. Jika dua budaya perusahaan tidak terintegrasi dengan baik, sehingga dalam pengelolaan guncangan besar, maka daya saing inti perusahaan tidak hanya akan memperkuat, tetapi juga sangat lemah, dan bahkan contoh ini tidak jarang.

5. Enterprise pengetahuan khusus dan sumber daya merupakan dasar kompetensi inti. Kompetensi inti didasarkan pada kemampuan pengetahuan manajemen dan bisnis ukuran Chihpen. Pengembangan usaha sosial dalam industri ini sangat tergantung pada modal untuk operasi, terutama di ibukota keuangan benar-benar terlibat dalam pasar, yang memiliki modal, dan setiap orang dapat mengontrol pasar, kontrol masa depan. Dalam masyarakat hari ini pasca-industri dan era informasi, TI dan lain posisi kepemimpinan teknologi tinggi, masa depan perusahaan dan daya saing inti perusahaan Chihpen sepenuhnya tergantung pada ukuran, yang memiliki pengetahuan akan datang untuk memiliki masa depan. Kami kembali ke era pengetahuan adalah kekuatan. Enterprise pengetahuan manajemen atau perusahaan ketebalan Chihpen perusahaan inti masa depan dan daya saing bisnis.

C.Penutup
Menurut Nonaka dan Takeuchi, sebagian besar perusahaan Jepang memiliki keunggulan dan daya saing tinggi karena mereka memahami bahwa pengetahuan adalah kunci untuk meningkatkan inovasi. Pengetahuan
harus dikelola (managed), direncanakan dan diimplementasikan. UKM di Indonesia dapat belajar dari penerapan konsep knowledge management di Jepang. Saat ini, penguasaan pengetahuan adalah kunci untuk memenangkan persaingan. Penguasaan pengetahuan dapat diwujudkan dalam bentuk teknologi, metode kerja dan budaya kerja. Meningkatnya daya saing UKM akan berpengaruh terhadap produkvitas dan kontribusi bagi negara. Dengan
meningkatnya daya saing UKM, daya saing bangsa Indonesia akan ikut terdongkrak naik.






Daftar Referensi
2.http://sarlito.hyperphp.com/articles/educational-psychology/manajemen-pengetahuan-tinjauan-psikologi_5.html
5. http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan


Tugas MKU^ Kajian Bisnis Dalam Membuka Sebuah Usaha (Simulasi Buka Usaha Fotocopy)
Oleh : Robintang Rezeky (070213064)

PENDAHULUAN
          Banyak orang beranggapan bahwa, untuk memulai suatu bisnis adalah sesuatu hal yang sangat susah dikerjakan, karna bisnis itu membutuhkan modal yang besar, ruang lingkup yang luas dan harus menyediakan lokasi khusus untuk tempat usaha. Tetapi sebenarnya, suatu bisnis dapat dimulai dari mana saja, yang mana bisa menghasilkan uang meskipun sambil bekerja sebagai karyawan ataupun mengurus anak.
          Chief Executive Office Independent Financial Planner dari Quantum Magna Financial, Ligwina Poerwo Hananto CFP, mengatakan bahwa, " membuat bisnis artinya kita harus siap-siap terjun bebas, siap-siap gagal, dan ketika bisnis itu gagal, telan semua pahitnya, dan mari kita mulai lagi. Selain pengalaman akan bertambah banyak, kerena menjalani bisnis sendiri, Andpun akan menjadi kreatif, ulet, tahan banting dan bertanggung jawab.Dan ini juga berarti Anda sudah menciptakan suatu lapangan pekerjaan bagi orang lain.Tidak masalah, seandainya kita mempunyai bisnis yang sama dengan orang lain.Yang penting kita harus mempunyai sesuatu yang khusus, yang bisa memikat orang untuk bisa datang dan membeli ditempat kita.
          Setelah kita mempunyai ide, kita harus bertanya pada diri sendiri, yaitu dengan "What", apa yang akan kita jual?, "Who", kita menjualnya kepada siapa?, yang berati menentukan target pasar, dan "How", bagaimana kita bisa memasarkan produk kita? Semua ini haruslah diusahakan dengan berbeda dan sekreatif mungkin. Dan yang perlu diingat, jangan pernah merasa takut untuk memulai dengan bisnis ". Banyak pengusaha yang melakukan bisnisnya sesuai dengan hobi atau kegiatannya diwaktu luang.
            Ada tujuh cara yang mudah untuk memulai dengan bisnis :
1.      Melakukan suatu hal yang dicintainya.
Keberhasilan dari suatu bisnis sebenarnya tergantung dari diri Anda sendiri, seberapa besar Anda sudah mencurahkan hati terhadap bisnis tersebut. Jika Anda mencintai bisnis tersebut, sudah pasti itu akan menjadikan Anda secara otomatis menjadi seorang yang ahli dan gigih.

2.      Dari hidup sehari-hari.
Banyak pengusaha yang melakukan bisnis dengan menjual barang-barang yang sering kita jumpai  sehari-hari.
3.      Hobi
Apakah Anda pernah mendapatkan pujian dari teman-teman Anda untuk masakan yang Anda masak sendiri atau busana yang telah Anda rancang sendiri? Kenapa tidak dikembangkan saja? Jadikan hobi  Anda menjadi suatu bisnis dengan memulai menjualnya kepada teman-teman Anda sendiri.
4.      Segera mulai.
Janganlah menunda waktu yang lama untuk berbisnis, karena faktor mood atau perasaan bisa membuat Anda menunda rencana yang telah disusun. Segera bergerak, ketika Anda sudah tahu akan menjual  produk apa. Beri nama produk yang khas agar konsumen mudah mengingatnya.
5.      Tes Market.
Tes market merupakan komponen yang sangat penting jika mau berbisnis. Caranya bisa dengan  mengamati perubahan gaya hidup, daya beli konsumen, dan selera konsumen. Siapa tahu, Anda malah bisa menjadi pencipta tren. Ketika pasar sudah menerima produk kita, pertahankan kualitasnya. Hasil yang akan dipasarkan pertama kali menjadi poin penting yang akan dinilai oleh pasar. Dan jangan lupa  untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk di kemudian hari.








PEMBAHASAN
            Usaha bisnis yang akan saya ambil dalam pembahasan ini adalah usaha fotocopy.
peluang bisnis foto copy masih sangat menjanjikan dan mudahnya mendapatkan mesin fotocopy baik itu membeli secara langsung maupun menyewa mesin fotocopy. Untuk meminimalisir modal dalam membuka usaha maka diadakan penyewaan mesin fotocopy. karena dengan menyewa kita tidak perlu mengeluarkan banyak modal untuk memulai sebuah usaha bisnis  fotocopy atau warung fotocopy .
Sebelum memulai usaha fotocopy ada baiknya kita  mempertimbangkan beberapa hal yang sangat mempengaruhi untuk usaha fotocopy. Apa saja yang perlu dipertimbangkan?
A.    Lokasi,
            Usahakan kita memilih lokasi yang dekat sekolah,universitas, ada baiknya kita melakukan pengamatan terlebih dahulu dengan cara melihat aktifitas saat jam istirahat  coba perhatikan berapa sering mereka melakukan aktifitas fotocopy, perhatikan juga sudah berapa tempat fotocopy yang terdapat dilokasi tersebut. Jika tempat yang ada selalu ramai, berarti peluang pasar masih ada.
 Maka disini lokasi tempat usaha yang akan saya ambil adalah di daerah kampus. Ini setelah pengamatan tentang aktivitas mahasiswa yang sering melakukan aktivitas fotocopy, akan tetapi tempat fotocopy tersebut jauh dan susah untuk dijangkau apabila dalam keadaan atau kebutuhan mendadak. Maka saya berpikir adanya peluang besar untuk berbisnis fotocopy di daerah kampus.
B.     Harga
Usahakan jangan membuat harga terlalu mahal dan jangan terlalu murah ini untuk menjaga persaingan yang sehat. Harga juga termasuk salah satu faktor yang diperhatikan oleh konsumen. Harga yang  ditawarkan foto copy bermacam-macam antara lain :
Fotocopy Biasa / 70 gr      = Rp. 100,- / lembar
Fotocopy Biasa / 80 gr       = Rp. 125,- / lembar
Jilid Mika                            = Rp. 2500,-
Jilid Biasa                           = Rp. 3000,-
Jilid Laminating                  = Rp. 6000,-
Jilid Skripsi                         = Rp. 12000,-
C.     Menjaga mutu dan kualitas
     Disini kita dituntut untuk berani memberikan kualitas atau mutu lebih baik dibandingkan tempat yang lain, hal ini secara tidak langsung akan menarik pelanggan untuk menjadi pelanggan tetap. Usaha foto copy yang harus di utamakan  selalu menjaga mutu dari semua jasa yang dia jual kepada konsumen, cepat, tepat, rapi dan memuaskan. Semua faktor itu yang selalu mereka jaga guna untuk memuaskan para konsumen.Agar mutu pelayanan terkontrol, semua proses produksi foto copy di tangani secara terstruktur. Semuanya dikerjakan di ruko. Bahan baku untuk memenuhi semua kebutuhan foto copy ini sudah di suplai dari beberapa agen yang bekerjasama dengan mereka.mereka memiliki beberapa stategi untuk tetap eksis di dunia foto copy. Caranya adalah memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh konsumen, menjaga kualitas dan mutu dari apa yang meraka jual, menjaga kerapian dan keindahan dari setiap order dari mereka.
Untuk mempromosikan usaha yang mereka rintis, dia cukup menawarkan kepada teman-temannya saja, dia memiliki beberapa link . “Sempat juga dulu awal membuka foto copy ini memakai selebaran brosur yang di sebar ke beberapa tempat strategis.”
D.    Consumable & spare part
     Semakin murah consumable (toner & kertas) semakin besar pula margin keuntungan kita. Untuk bersaing dg copy center lain kita harus pintar dalam mendapatkan comsumable yg murah.untuk kertas kita bs gunakan kertas plano potong.untuk toner kita bisa gunakan toner compatible tidak harus orisinal.
Hal perlu diingat adalah,jangan karena harga kita mengorbankan kualitas.kertas plano potong kadang sangat sulit d tarik mesin fotocopy dan sering membuat jam.
Sedangkan toner compatible suka membuat drum tidak awen dan merusak sparepart
mesin. Untuk itu harus dilakukan test satu persatu dan liat hasilnya. Untuk toner saya
sudah coba beberapa jenis toner,pilihan saya jatuh pada eop.walaupun harganya lebih
mahal sedikit,tapi tonernya membuat mesin saya jadi awet. Dg catatan kita gunakan
np6030.kalo ir5000 saya gunakan toner orisinil.



E.     Supplies
     Modal barang seperti alat tulis dan lainnya juga sangat penting dalam menentukan
besarnya keuntungan usaha copy center kita.dapatkan barang2 tersebut dari grosir utama sperti d Pasar 45 atau pasar pagi. Smakin banyak anda belinya,semakin murah harganya. Jika pelanggan anda mahasiswa/pelajar,alat tulis merek joyko atau kenko
sangat cocok,karena harganya yg terjangkau.

F.      Layanan
     Layanan yg beragam akan membuat copy center anda seperti layaknya supermarket yg menjual banyak barang. Smakin lengkap barang dan layanan anda,smakin besar keuntungan yang anda dapatkan. Maka di sini saya menyediakan layanan laminating, printing, penjualan refill tinta printer, alat tulis, minuman dingin dan penjilidan.

G.    Modal cadangan dan supplier.
     Usahakan selalu mempunyai stock terutama untuk barang yang terpakai/terjual seperti ATK, toner, kertas, dsb. Pastikan anda mendapatkan supplier yang baik dan pasokan yang cukup. Hal yang paling diperhatikan adalah jangan sampai disaat usaha sedang ramai, tetapi anda kehabisan stock, hal ini akan membuat pelanggan kita berpindah ketempat lain.

H.    Musim Liburan Sepi Order
     Kesulitan yang sangat dirasa untuk usaha fotocopy ini yaitu pada saat musim liburan tiba.  Hampir setiap musim liburan foto copy ini selalu sepi akan order. Ditambah harga kertas mulai naik. harus banting tulang untuk mencari agen kertas yang harganya relatif miring di bandingkan dengan agen kertas yang lainnya.
Hal itu disebabkan karena kebanyakan konsumen yang memakai jasa foto copy biasanya para mahasiswa , bahkan tak jarang mahasiswa dari luar juga memakai jasa foto copyan mereka. Hanya instansi maupun masyarakat umum yang pada waktu liburan masih tetap menggunakan jasa fotocopy.

I.       Prospek Cerah.
     Menurut Pemilik bisnis foto copy, usaha ini sangat memiliki prospek cerah untuk jangka waktu yang lama, akan tetapi harus juga mengimbangi dengan kemajuan teknologi yang semakin berkembang karna produsen foto copy selalu memunculkan produk-produk foto copy ter baru. Untuk itu dia berencana akan membuka rental komputer juga di ruko tersebut, dan memanfaatkan mesin foto copy sebagai printernya bias dikatakan mesin yang di gunakan Digital Multi-funtion.Dia juga mengimbuhkan semua pesaing datang dari semua foto copy yang ada, terlebih lagi fotocopy yang buka di sepanjang jalan tempat usahanya, bersaing secara sehat, dan mereka percaya rezeki orang itu sendiri- sendiri.Kalo kita mau berusaha dengan giat dan pantang menyerah pastilah Allah SWT akan memberi setimpal dengan apa yang kita usahakan,”jujur dikatakan para pembisnis fotocopy.

SimulasiLaba Usaha Fotocopy

Biaya modal perlembar/ Copy.
Mesin iR 5000 / 6000 ( Digital ) :
1. Kertas : Rp      25.000 : 500            Lembar                   = Rp    50 ,-
2. Tinta : Rp      95.000 : 20.000       Lembar                     = Rp      5 ,-
3. Listrik : Rp    100.000 : 39.000       Lembar                  = Rp      4 ,-
4. Tenaga : Rp    500.000 : 39.000 : 4  Karyawan             = Rp      2 ,-
5. Sp.part : Rp 4.000.000 :  2.000.000 Lembar                  = Rp      4 ,-
                                                                             Total            Rp    65 ,-

Keterangan        :
1. Harga Kertas Rp 24.000 ,- setiap rim ( 500 Lembar )
2.   Harga Toner / Tinta Rp 95.000,- untuk pemakaian 20.000 Lembar
3.   Pembayaran Listrik / bulan Rp 100.000,- untuk pemakaian 39.000 lembar / bulan   ( Estimasi 1 hari = 1500 lembar / 3 rim x 26 hari kerja )
4.   Tenaga operator dibagi 4 pekarja     :
a. Photocopy
b. Jilid
c. Laminating
d. Pelayanan ATK
5. Spare part Drum kit set Rp 4.000.000 ,- untuk pemakaian minimum 2.000.000 lembar

Ø  Pendapatan
          Rp. 2.500.000 perminggu x 4 = Rp. 10.000.000,-/bulan

Ø  Pengeluaran
Biaya Pembelian Bahan Baku :
1. Rp. 1.250.000,00  (pembelian kertas/bulan)
2. Rp. 250.000,00    (pembelian tinta/bulan)
Biaya Operasional Perbulan :
Gaji karyawan               = Rp.   800.000     / bulan
Membayar Listrik           = Rp.   4.000.000  / bulan
Biaya tak terduga           = Rp.   400.000     / bulan

Keuntungan
Laba Bersih : Rp. 10.000.000,00 – Rp. 6.700.000,00 = Rp. 3.300.000,00 / bulan


     Berbagi tips sedikit merawat mesin fotocopy, apabila mesin fotocopy macet. Intinya cuma pakai adc. Adc ( active drum cell) adalah suatu cairan kimia yang berguna untuk :
1. Melapisi drum (tabung) machine photo copy jenis assy (drum canon : np 6045, np          6050, np 6650, agfa : x 58, x 88 dll) sehingga memperkecil bolong yang terlihat pada          hasil fotokopi blok hitam, untuk hasil maksimal gunakan toner original.
2. Mengaktifkan drum cell mesin fotocopy yang sudah lemah, supaya drum mesin foto        copy tidak gampang nembak / konsleting, dan drum foto kopi yang belang bisa normal kembali,
3. Menghilangkan lembab yang membandel pada drum mesin fotokopi (sudah di braso,                     belum 1 bulan kumat lagi) yang menyebabkan hasil fotokopi kabur,
4. Mempertajam hasil fotocopy walau pakai toner kw2,
5. Merawat drum machine fotocopy agar usia drum panjang, dll


Sebagian besar Kerusakan mesin fotocopy terjadi umumnya pada Box Toner dan Developing unit yang di timbulkan oleh beberapa hal ini
1) Tinta/toner pada box toner utama mengeras/padat sehingga toner tidak menyuplai ke developing dan kerja motor pada box toner berat.
2) Gear motor dinamo supplay toner pada box aus sehingga tidakmenggerakan ulir pada box toner
3) Sensor pada box toner dan developing rusak atau kawat yang berfunsi menghapus pada dinding sensor developing tidak berfungsi atau lepas.
4) Konsleting pada motor dinamo box toner sehingga merusak transistor di DC Control yang berfunsi sebagai penggerak motor dinamo motor box toner.
E014
Pada dasarnya kerusakan ini terjadi pada motor pemanas yang dapat ditimbulkanoleh:
1) Konektor pada motor pemanas tidak terhubung.
2) Voltage pada konektor motor pemanas ,J106-B16(+),J106-B18(-) tidak menunjukan tegangan dari 0-5v di PCB DC control.
3) Bisa dsebabkan oleh ANTIRUSH rusak atau bearing pada upper rool dan lowwer roll pemanas keras dan tidak berputar.
E-0012

KERUSAKAN INTINYA TERJADI PADA MOTOR DRUM YANG BISA DITIMBULKAN OLEH:
1) Konektor motor drum (J601 dan J602 ) tidak terhubung maka periksalah dan hubungkan.
2) Cek konektor tegangan listrik pada J601dan J602 dimana tegangan yang harus masuk yaitu : J601-1 : 24 v, J601-2 : 0 v
3) Motor drum d control
matikan dan hidupkan mesin serta ukur tegangan pada konektor motor drum
J 602-2 : 5v
J 602-3 : 5v
J 602-1 : 0v
Apabila tegangan tersebut sesuai maka motor drum harus di perbaiki.Apabila tidak sesuai maka Control harus di perbaiki.
4) kerusakan ini bisa juga di timbulkan oleh AntiRush di belekang PCB DC Control rusak dan juga pintu utama kurang tertutup menekan switch pintu serta juga switch bypass tidak tertekan oleh pintu samping.
E010

KERUSAKAN TERJADI PADA BEBERAPA HAL YAITU:
1) Konektor main motor longgar atau tidak tersambung pada motor pick up yang ada di belakang pembuangan toner dekat motor drum
2) DC kontrol rusak dimana pada konektor (j108-A6 (+) 108-A8(-) ) Tegangan lisrik kurang dari 5 volt maka main motor harus kita perbaiki.
3) Kerusakan juga bisa terjadi pada PCB ANTI RUSH di belakang DC Control atau konektor nya longgar.
4) Terjadi juga apabila pintu utama penutupannya kurang rapat. E0001 -0004

Pada dasarnya kerusakan terjadi pada pemanas yaitu thermistor,sekering,subthermistor dan lampu pemanas.Tapi ada beberapa hal yang dapat menimbulkan kerusakan tersebut seperti:conector termistor dan sub termistor terdapat minyak silicon pada rumah conector tersebut.Kedua membran conector pemanas bagiab belakang kotor atau tidak koneksi pada lawan konektor maka harus kita bersihkan dengan alkohol.Dan terahkir biasanya ramregulator buat lampu pemanas rusak.
E0005-0dst
       Pada dasarnya kerusakan ini yaitu E0005 Adalah habisnya cleaningweb.Tapi setelah kita ganti dankita reset error mesin masih menampilkan tanda error E-0005 lagi. Maka terkadang kita bingung akan hal ter sebut.Lewat forum ini kami akan uraikan cara pengatasannya.Pertama kita tekan *28* copier, Counter , MISC, FIX web, lalu kita tekan tombol C (CLEAR) yang dekat tombol angka 0.Baru kita program error yaitu tekan *28* copier ,function. clear, err. Kemudian matikan dan hidupkan mesin. Semoga masukan ini berguna untuk para teman teman semuanya.    
       Pada dasarnya hardisk di mesin ir sama dengan yang ada dalam komputer yang butuh perawatan agar panjang umur penggunaanya.Hal yang harus kita perhatikan yaitu selalu bersihkan fentilasi didepan kipas hardisk agar udara yang masuk untuk pendingin hardisk lancar.Terusv jangan mematikan mesin waktu mesin lagi beroperasi.Kemudian perhatikan asupan listrik naik turun atau setabil dalam hal ini gunakan stabilizer.Terahkir Lihat jalur fentilasi kipas bawah panel ada yang pecah atau tidak,sebab apabila ada yang pecah akan menimbulkan panas yang berlebih pada ruang mesin.Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan semoga berguna.


STUDI KELAYAKAN BISNIS
Alan R Demmassabu
080213042
USAHA PERCETAKAN DAN KIOS
       I.            PENDAHULUAN
Usaha Kecil Menengah dalam pengembangannya riset pemasaran hal ini dilakukan agar Usaha tersebut dapat terbantu untuk mengetahui Keinginan, Kebutuhan sekaligus Kepuasan konsumen.
Beberapa Aspek dalam Riset Pamasaran antara lain adalah riset harus mamperhatikan masalah budaya setempat, Sosial Ekonomi, Pribadi dan juga Aspek Psikologi dari konsumen. Dengan memperhatikan studi kelayakan proyek dan riset pemasarannya maka kita dapat menentukan jenis usaha apa atau produk apa yang akan kita kerjakan, dengan demikian resiko kegagalan dapat di tekan seminimal mungkin.

  1. Strategi bisnis:
1)       Belum adanya usaha serupa yang dijual di sekitar komplek tersebut
2)       Adanya produk-produk atau jasa yang saling menguatkan dan saling menutupi tersedia di daerah tersebut
3)       Tidak mengenal adanya musim
4)       Iklan di internet, majalah, e-mail maupun direct marketing berupa penyebaran brosur.
5)       Timing tepat : masuk sekolah
6)       Tempat yang tepat dekat dengan pasar swalayan , kawasan sekolah dan kampus umum (UNSRAT)
7)       Pembelian produk dari supplier bisa atas permintaan dan bayar mundur.
8)       Target market tidak hanya terhadap local
9)       Target market tidak hanya terhadap  individu (buku, obat-obatan, percetakan, makanan ringan dan kebutuhan  lainnya ) akan tetapi juga terhadap pemilik usaha (web, hosting, printing, designing) dengan below the line:
·         Printing
·         Publishing
·          Belanja : tas anak sekolah, buku (note book), buku paket siswa (pegangan siswa), buku-buku universitas, majalah, Koran,makanan ringan, minuman, dan lain-lain.D
·         Designing meliputi : cover buku, cover vcd, internet, dan berbagai aplikasi lain yang bisa diterapkan di rumah tangga maupun industri/perusahaan
 III.            Rincian Biaya
Penjualan: sistim bagi hasil laba bersih, penjual: 30%, pemilik: 70%.     Berupa kios, di lokasi  yang banyak dilewati orang-orang dan strategis baik yang akan pergi berangkat kerja maupun berbelanja di pasar swalayan aneka buana atau hanya sekedar jalan. Dan dibantu dengan letak strategis di lingkungan kampus.
10)   Estimasi modal Barang (buku, obat-obatan dan lain sebagiannya/barang yang akan dijual Rp. 10.000.000,-
11)   Estimasi laba per bulan : (pemasukan – pengeluaran) =
(laba kotor – ongkos) =
( 14.500.000 – 4.200.000) = Rp 10.300.000

  1. Kebutuhan modal awal:
1)       Rak buku : @ Rp. 400.000 = 4 x 400.000 = 1.600.000 + 200.000 (ongkos kirim)
2)       Meja kasir + Kursi : Rp. 250.000,-
3)       Line Telp. Rp. 500.000
4)       Sambungan Internet
5)       Kendaraan
6)       Scanner = Rp. 900.000
7)       Pesawat telp./fax
8)       Printer
9)       Kipas Angin Rp. 250.000
10)   1 buah kios Rp  20.000.000 / thn = 1.777.777 / bulan
11)   Promosi : spanduk, pamflet, kartu nama, flyer, X-Banner, Nota : Rp 1.000.000
12)   Beli Barang (buku, obat-obatan dan lain sebagiannya/barang yang akan dijual Rp. 10.000.000
Total : Rp 16.400.000
  1. Ongkos rutin bulanan:
    • Listrik + Telp. = Rp. 1.000.000
    • Internet provider Rp. 2.000.000
    • Sewa etalase @ Rp. 200.000 x 6 = 1.200.000
    • BBM = 200.000
    • Total : Rp 4.400.000,-
4.      Estimasi pemasukan:
Diperkirakan bisa menjual:
·         Buku 200 (sehari dianggap laku 7 buah) @ 30.000 dengan harga penerbit diskon 40 persen/buku = 2.400.000
·         VCD 50 (sehari dianggap laku 2 buah) @ 25.000 dengan harga publisher diskon 40 persen/buah = 500.000
·         Obat-obatan 250  (sehari dianggap laku 12) @ 45.000 dengan harga diskon 40 prosen/buah =   3.600.000.
·         Design & cetakan Rp. 1.000.000 (satu bulan dianggap dapat satu cetakan)
·         Design Internet Rp. 2.000.000 (satu bulan dianggap dapat satu design)
·         Design Multimedia interaktif dan videografi Rp. 1.000.000 (satu bulan dianggap satu design)
·         Webhosting Rp. 300.000/URL/bulan (satu bulan dianggap dapat satu URL)
- Lain-lain sekitar Rp. 2.000.000 (ATK, makanan ringan dan minuman dll)
TOTAL = Rp. 12.800.000 per bulan
Misalkan ada 2000 orang yang lalu lalang dan melihat brosur/iklan kita, maka kemudian kita ambil persentase konservatif bahwa akan ada 1% yang tertarik dengan iklan kita. Maka, didapatlah estimasi omset 20 buah atau pelanggan per hari.
5.      Waktu buka
·         Waktu buka adalah jam 09.00 – 20.00.
·         Waktu sebelum buka toko akan dipergunakan untuk memproses orderan, belanja dan sebagainya.
Catatan :
  1. Karena ruangan besar, maka bisa dikontrakan kepada yang lain separuh dari ruangan sekitar 400.000-Rp. 1.500.000/bln
  2. Harga sewa ruangan di kon6ersi ke bulanan sehingga ongkos perbulan seharusnya ditambah 1,7 juta, yaitu 4,2 juta + 1,7 juta = 5,9 juta
  3. Scanner sangat diperlukan untuk upload foto produk/jasa di website, walau begitu usaha bisa berjalan tanpa adanya scanner
  4. Printer masih dirasa belum perlu
  5. Kendaraan berguna untuk memperlancar mobilitas kegiatan jual-beli produk atau jasa, dan kami telah mempunyai motor akan tetapi baru satu kali bayar (lagi menunggu STNK)
  6. Mengenai sambungan internet dan telp/fax, saya tidak mengetahui pasti untuk lingk5ngan bisnis. Akan tetapi, jika di warnet yang sudah berjalan Rp. 5.000.000 untuk paket warnet (unlimited) untuk itu dimohon bapak untuk mempertimbangkan/mengkonfirmasi kembali ke pihak yang bersangkutan.
  7. Pada dasarnya computer yang sudah ada tidak memiliki spesifikasi yang bagus untuk videografi & Multimedia design sehingga diperlukan penambahan sebagai berikut:
    1. RAM yang ada 256 MB dan yang terbaca 192 MB, minimum requirement 1Ghz
    2. Processor Intel M Inside requirement dual core dengan harga upgradeRp. 800.000
Untuk itu baru dapat ditargetkan masing-masing design satu design, dan juga dikarenakan kita belum mempunyai mesin cetaknya. Untuk penambahan/upgrade diperlukan jika sudah terlihat kebutuhannya saja.
1.      Software scripting belum dimasukan omsetnya karena bergantung kepada perusahaan apa, dan biasanya memerlukan waktu bulanan (3 bulan) dengan harga kisaran Rp. 3.000.000-20.000.000
2.      Tidak dicantumkan pengurusan izin Rp.1.000.000.
3.        Jika omset berada pada kisaran 30.000.000 (dengan pembuatan software atau memang mencapai angka tersebut) mohon diberikan kebijaksanaan untuk mengubah system penggajian kepada system bagi hasil sesuai dengan kesepakatan misalnya 20 : 80
4.      Modal beli barang saya pakai 10.000.000 walaupun sebenarnya itu akan hanya sedikit sekali untuk ukuran 6 x15 m
JIKA MODAL DI SIMPAN DI BANK
Modal yang diperlukan adalah sebesar Rp. 16.400.000,- dan di tabung didalam bank.
1 Tahun Bank Memberikan Bunga kepada Nasabah sebesar 6%. Maka Bunga uang tersebut setelah di tabung di bank selama 1 tahun adalah 6% X 16.400.000 = Rp 984.000,- Total Bunga per tahun adalah Rp 984.000 x 12 = Rp.11.808.000.
PERBANDINGAN
Dari 2 Kasus di atas yaitu Modal di gunakan untuk Bisnis percetakan dan kios dan Modal di simpan di Bank. Dapat dilihat bahwa Pendapatan dari Bisnis percetakan dan kios Setelah 1 Tahun adalah Rp. 153.600.000,-. Sedangkan Modal yang disimpan di Bank dan Berbunga 6 % adalah sebesar Rp. 28.208.000,- . Jadi dapat dilihat bahwa dengan Bisnis ini di dapatkan untuk 5 kali lipat, dari pada yang disimpan di Bank.


KESIMPULAN
Dari hasil perbandingan dapat dilihat bahwa dengan berbisnis kita akan mendapatkan untung yang besar. Ternyata berbisnis ini Sangat Menjanjikan apalagi tempat usahanya yang strategis dan target pasar yang terjangkau.



 
Nama         :   Yulianto Mariang
NRI            :   0902135118
Tugas 6      :   Manajemen dan Kewirausahaan

STUDI KELAYAKAN BISNIS
Latar Belakang
Di zaman super sibuk seperti sekarang ini, banyak orang di kota besar yang sudah tidak bisa membagi waktunya untuk mencuci pakaiannya sendiri. Karena mereka umumnya sejak pagi sudah bergelut dengan pekerjaanya ataupun kuliah. Sebagian besar dari mereka mungkin  pulang sudah larut malam dan saat itu hanya ada satu dibenak pikiran yaitu istirahat.
Seperti ini keberadaan binatu di tengah masyarakat  tentunya sangat membantu meringankan pekerjaan banyak orang sibuk atau orang malas. Tinggal taruh barang, dua atau tiga hari kemudian pakaian sudah bisa diambil dalam keadaan bersih dan rapi serta siap pakai. Terasa praktis, tidak repot dan murah bukan? Binatu juga sangat membantu warga yang bersiap ditinggal mudik pembantu, terutama pada saat musim lebaran seperti tahun ini. Banyak warga mulai mencari-cari binatu yang tetap buka saat lebaran atau binatu yang masih siap memberikan jasanya. Pada saat seperti itu binatu bisa mengalami kebanjiran pelanggan, tapi hasil yang di dapat juga tentu sangat memuaskan karena omset yang diterima meningkat berkali - kali lipat dari hari biasa. Selain itu, binatu juga banyak menerima cucian bagi anak kos khususnya para mahasiswa, karena dirasa harga dari laundry kiloan murah dan sangat terjangkau untuk kantong mahasiswa.

Pembahasan
Studi kelayakan bisnis (SKB) adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan berhasil dengan pertimbangan mendapatkan manfaat financial (Arti sempit).
SKB adalah penelitian tentang berhasil tidaknya proyek investasi dilaksanakan secara mengungkan (penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan ekses sumber daya, penghematan devisa, dan peluang usaha)
Investasi (capital expenditure) memiliki arti penting mengingat :
·         mempunyai konsekuensi jangka panjang.
·         umumnya menyangkut jumlah yang besar
·         komitmen tidak mudah diubah

Manfaat diadakan Studi Kelayakan Bisnis:
·         Manfaat Finansial
·         Manfaat Ekonomi Nasional
·         Manfaat Sosial
SKB dilakukan tergantung dari faktor berikut :
·         Besar kecilnya dana investasi
·         Business uncertainty
·         Kompleksitas variabel yang berpengaruh

Aspek – Aspek Studi Kelayakan Bisnis
1.       Aspek Pasar
Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek tersebut :
         Potensi pasar, yaitu Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
         Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.
2.       Aspek Internal Perusahaan
Berkaitan dengan manajemen didalam perusahaan atau tempat usaha tersebut.
3.       Aspek Teknik dan Teknologi
Dengan tujuan adalah untuk meyakinkan apakah secara teknik dan pilihan teknologi, rencana bisnis dapat dilaksanakan secara layak atau tidak layak, baik pada saat pembangunan proyek atau opersional secara rutin.



Kajian Bisnis
Suatu bisnis akan dikaji berdasarkan beberapa parameter utama, yaitu:
1.      Kajian teknik
Berkaitan dengan harga lokasi proyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.

2.      Kajian Ekonomi
berkaitan dengan berapa modal investasi yang akan di gunakan dalam pembangunan proyek, rincian biaya yang di perlukan , dan  menyangkut alat- alat yang di perlukan dalam pembangunan proyek

3.      Kajian Finansial
menyangkut dengan sumber modal yang di perlukan dalam berbisnis apakah pinjaman bank atau modal pribadi, keuntungan yang di peroleh an berapa lama waktu yang di perlukan agar modal dapat di kembalikan, dan membandingkan apabila modal tersebut di peroleh dari pinjaman bank dalam kurun waktu berapa lama modal dapat di kembalikan pada bank dan apakah dapat memperoleh untung atau hasil penjualan hanya untuk membayar bunga bank.







Bisnis Loundry dan dry clean

Kajian Teknik
Pertama, modal untuk investasi yang dibutuhkan untuk lokasi penjualan (outlet tempat menerima pelanggan atau cucian), lokasi mencuci, dan peralatan berupa mesin-mesin yang dibutuhkan, serta instalasi air, listrik, dan buangan air kotor.
Lokasi tempat menerima cucian dan tempat mencuci bisa dilakukan di tempat yang sama atau terpisah, mengingat dibutuhkan instalasi air yang memerlukan ruang dan biaya yang juga besar.
Ada pun mesin yang dibutuhkan adalah: cash register (mesin hitung uang), mesin cuci baju kapasitas besar/ industri, mesin pengering baju kapasitas besar, mesin setrika press besar, dan setrika tangan. Ini minimum standar mesin yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini. Jika jumlah cucian belum terlalu banyak, mesin press (setrika otomatis) bisa digantikan seterika tangan yang harganya jauh lebih murah.
Mesin cash register digunakan di lokasi penerima cucian untuk mencatat dan menerima transaksi keuangan. Mesin cuci digunakan untuk mencuci pakaian yang bisa dicuci dengan mesin biasa, sedangkan pakaian yang tak bisa dicuci dengan mesin cuci biasa harus dicuci secara terpisah.
Kendati Indonesia negara tropis dengan matahari yang terus bersinar, kita tak bisa mengandalkan matahari untuk mengeringkan cucian. Selain itu, diperlukan ruang jemuran yang amat besar untuk mengeringkan pakaian. Bila musim hujan tiba, akan sulit untuk mengeringkan pakaian. Maka, dibutuhkan mesin pengering cucian.
Mesin setrika (press) otomatis juga diperlukan, tapi untuk mendapatkan press-line atau garis setrika yang jelas dan tegas biasanya tukang cuci lebih menyukai setrika tangan yang berat, karena memberikan hasil yang jauh lebih maksimal, meski membutuhkan tenaga pekerja lebih banyak.
Sedangkan untuk biaya operasional sehari-hari komponennya: biaya sewa tempat deterjen dan pelunak cucian, air, bahan kimia untuk dry-clean, dan SDM (pekerja). Untuk lokasi bisa di rumah sendiri, terutama lokasi untuk tempat mencuci. Sedangkan air, bisa pakai air tanah, tapi usahakan disaring lebih dulu karena air tanah yang kotor bisa merusak pakaian.

Kajian Ekonomi :
-             Sewa tempat ukuran 6 x 6 meter /tahun                                      Rp   15.000.000,-
-             Mesin cuci 8 kg + Pengering pakaian
        merk Electrolux EWF8556                          2 unit                      Rp     7.360.000,-
-             Setrika HD 1172                                          3 unit                      Rp        465.000,-
-             Pelunak pakaian & bahan kimia                                                  Rp     1.000.000,-
-             Deterjen                                                                                       Rp     1.000.000,-
-             Mesin cash Register                                     1 unit                      Rp     4.000.000,-
-             Pengurusan ijin usaha                                                                  Rp.       600.000,-
-             Gaji Karyawan perbulan                                                              Rp        800.000,-
-             Tarif Listrik Perbulan                                                                  Rp     1.000.000,-
Total                                                                                                   Rp  31.225.000,-



Kajian Finansial
a.    Sumber modal
Pada bagian  di atas telah kita melihat rincian modal yang di perlukan. Untuk itu kita harus menentukan sumber modal yang kita butuhkan. Apakah modal yang kita miliki cukup untuk memenuhi seluruh keperluan yang ada untuk membangun bisnis ini atau tidak. Jika tidak cukup dimana kita dapat  meminjam  modal.
Melihat hal tersebut maka kami memutuskan untuk mengambil modal dari mitra bisnis dengan pembagian keuntungan 50 %.








b.      Keuntungan
Keuntungan yang diperoleh , yaitu:
Pemasukan
Jasa pencucian                      : Rp 500.000,-  x 30 hari               Rp  15.000.000,-
Pengeluaran
Gaji
Pegawai                       : Rp    800.000,-  x 3 orang           Rp    2.400.000,-
Listrik,  telepon                    :                                                     Rp    2.000.000,-
Sabun, pewangi, pelembut  (deterjen)                                       Rp       500.000,-
Bahan kimia & Pelunak Pakaian                                                Rp       500.000,-
Total                                     :                                                      Rp   5.400.000,-

Laba Bersih                                                                              Rp    9.600.000,-                

c.       Membandingkan antara keuntungan yang di peroleh dengan bunga bank.
Dari keuntungan yang di peroleh maka dapat di lihat bahwa dengan keuntungan sekitar  Rp 3.300.000/bulan. Jika dibandingkan dengan bunga bank yang 6%/bulan.
Berikut akan di contohkan bila kita mendepositokan dibank.
Jika kita mendepositokan dibank                          Rp   35.000.000,-
Bunga 6 %                                                            Rp.   2.100.000,-
Total yang harus di bayar bank                        Rp. 37.100.000,-
Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa jika mendepositokan ke bank maka keuntungan tidak seberapa jika dibandingkan dengan menginvestasikan pada bisnis laundry dan dry clean ini.

Kajian Lingkungan
Bisnis laundry dan dry clean ini jika dilihat mempunyai dampak financial yang lumayan besar tetapi mempunyai dapak lingkungan yang juga lumayan besar. Dampak tersebut berupa limbah cucian yang berupa sisa – sisa deterjen dan bahan kimia untuk menghilangkan noda pada pakaian. Dan untuk menanggulanginya diguanakan deterjen ramah lingkungan.

Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan :
1.            Dari hasil analisis beberapa faktor, ternyata Bisnis Loundry dan Dry Clean mampu memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Terlebih ketika ada dukungan modal.
2.            Parameter Utama dalam kajian bisnis yaitu Kajian Teknis, Kajian ekonomi, Kajian Finansial. Serta beberapa kajian tambahan yaitu Kajian Lingkungan dan Kajian Demografi.


STUDI KELAYAKAN BISNIS
Alan R Demmassabu
080213042
USAHA PERCETAKAN DAN KIOS
       I.            PENDAHULUAN
Usaha Kecil Menengah dalam pengembangannya riset pemasaran hal ini dilakukan agar Usaha tersebut dapat terbantu untuk mengetahui Keinginan, Kebutuhan sekaligus Kepuasan konsumen.
Beberapa Aspek dalam Riset Pamasaran antara lain adalah riset harus mamperhatikan masalah budaya setempat, Sosial Ekonomi, Pribadi dan juga Aspek Psikologi dari konsumen. Dengan memperhatikan studi kelayakan proyek dan riset pemasarannya maka kita dapat menentukan jenis usaha apa atau produk apa yang akan kita kerjakan, dengan demikian resiko kegagalan dapat di tekan seminimal mungkin.

  1. Strategi bisnis:
1)       Belum adanya usaha serupa yang dijual di sekitar komplek tersebut
2)       Adanya produk-produk atau jasa yang saling menguatkan dan saling menutupi tersedia di daerah tersebut
3)       Tidak mengenal adanya musim
4)       Iklan di internet, majalah, e-mail maupun direct marketing berupa penyebaran brosur.
5)       Timing tepat : masuk sekolah
6)       Tempat yang tepat dekat dengan pasar swalayan , kawasan sekolah dan kampus umum (UNSRAT)
7)       Pembelian produk dari supplier bisa atas permintaan dan bayar mundur.
8)       Target market tidak hanya terhadap local
9)       Target market tidak hanya terhadap  individu (buku, obat-obatan, percetakan, makanan ringan dan kebutuhan  lainnya ) akan tetapi juga terhadap pemilik usaha (web, hosting, printing, designing) dengan below the line:
·         Printing
·         Publishing
·          Belanja : tas anak sekolah, buku (note book), buku paket siswa (pegangan siswa), buku-buku universitas, majalah, Koran,makanan ringan, minuman, dan lain-lain.D
·         Designing meliputi : cover buku, cover vcd, internet, dan berbagai aplikasi lain yang bisa diterapkan di rumah tangga maupun industri/perusahaan
 III.            Rincian Biaya
Penjualan: sistim bagi hasil laba bersih, penjual: 30%, pemilik: 70%.     Berupa kios, di lokasi  yang banyak dilewati orang-orang dan strategis baik yang akan pergi berangkat kerja maupun berbelanja di pasar swalayan aneka buana atau hanya sekedar jalan. Dan dibantu dengan letak strategis di lingkungan kampus.
10)   Estimasi modal Barang (buku, obat-obatan dan lain sebagiannya/barang yang akan dijual Rp. 10.000.000,-
11)   Estimasi laba per bulan : (pemasukan – pengeluaran) =
(laba kotor – ongkos) =
( 14.500.000 – 4.200.000) = Rp 10.300.000

  1. Kebutuhan modal awal:
1)       Rak buku : @ Rp. 400.000 = 4 x 400.000 = 1.600.000 + 200.000 (ongkos kirim)
2)       Meja kasir + Kursi : Rp. 250.000,-
3)       Line Telp. Rp. 500.000
4)       Sambungan Internet
5)       Kendaraan
6)       Scanner = Rp. 900.000
7)       Pesawat telp./fax
8)       Printer
9)       Kipas Angin Rp. 250.000
10)   1 buah kios Rp  20.000.000 / thn = 1.777.777 / bulan
11)   Promosi : spanduk, pamflet, kartu nama, flyer, X-Banner, Nota : Rp 1.000.000
12)   Beli Barang (buku, obat-obatan dan lain sebagiannya/barang yang akan dijual Rp. 10.000.000
Total : Rp 16.400.000
  1. Ongkos rutin bulanan:
    • Listrik + Telp. = Rp. 1.000.000
    • Internet provider Rp. 2.000.000
    • Sewa etalase @ Rp. 200.000 x 6 = 1.200.000
    • BBM = 200.000
    • Total : Rp 4.400.000,-
4.      Estimasi pemasukan:
Diperkirakan bisa menjual:
·         Buku 200 (sehari dianggap laku 7 buah) @ 30.000 dengan harga penerbit diskon 40 persen/buku = 2.400.000
·         VCD 50 (sehari dianggap laku 2 buah) @ 25.000 dengan harga publisher diskon 40 persen/buah = 500.000
·         Obat-obatan 250  (sehari dianggap laku 12) @ 45.000 dengan harga diskon 40 prosen/buah =   3.600.000.
·         Design & cetakan Rp. 1.000.000 (satu bulan dianggap dapat satu cetakan)
·         Design Internet Rp. 2.000.000 (satu bulan dianggap dapat satu design)
·         Design Multimedia interaktif dan videografi Rp. 1.000.000 (satu bulan dianggap satu design)
·         Webhosting Rp. 300.000/URL/bulan (satu bulan dianggap dapat satu URL)
- Lain-lain sekitar Rp. 2.000.000 (ATK, makanan ringan dan minuman dll)
TOTAL = Rp. 12.800.000 per bulan
Misalkan ada 2000 orang yang lalu lalang dan melihat brosur/iklan kita, maka kemudian kita ambil persentase konservatif bahwa akan ada 1% yang tertarik dengan iklan kita. Maka, didapatlah estimasi omset 20 buah atau pelanggan per hari.
5.      Waktu buka
·         Waktu buka adalah jam 09.00 – 20.00.
·         Waktu sebelum buka toko akan dipergunakan untuk memproses orderan, belanja dan sebagainya.
Catatan :
  1. Karena ruangan besar, maka bisa dikontrakan kepada yang lain separuh dari ruangan sekitar 400.000-Rp. 1.500.000/bln
  2. Harga sewa ruangan di kon6ersi ke bulanan sehingga ongkos perbulan seharusnya ditambah 1,7 juta, yaitu 4,2 juta + 1,7 juta = 5,9 juta
  3. Scanner sangat diperlukan untuk upload foto produk/jasa di website, walau begitu usaha bisa berjalan tanpa adanya scanner
  4. Printer masih dirasa belum perlu
  5. Kendaraan berguna untuk memperlancar mobilitas kegiatan jual-beli produk atau jasa, dan kami telah mempunyai motor akan tetapi baru satu kali bayar (lagi menunggu STNK)
  6. Mengenai sambungan internet dan telp/fax, saya tidak mengetahui pasti untuk lingk5ngan bisnis. Akan tetapi, jika di warnet yang sudah berjalan Rp. 5.000.000 untuk paket warnet (unlimited) untuk itu dimohon bapak untuk mempertimbangkan/mengkonfirmasi kembali ke pihak yang bersangkutan.
  7. Pada dasarnya computer yang sudah ada tidak memiliki spesifikasi yang bagus untuk videografi & Multimedia design sehingga diperlukan penambahan sebagai berikut:
    1. RAM yang ada 256 MB dan yang terbaca 192 MB, minimum requirement 1Ghz
    2. Processor Intel M Inside requirement dual core dengan harga upgradeRp. 800.000
Untuk itu baru dapat ditargetkan masing-masing design satu design, dan juga dikarenakan kita belum mempunyai mesin cetaknya. Untuk penambahan/upgrade diperlukan jika sudah terlihat kebutuhannya saja.
1.      Software scripting belum dimasukan omsetnya karena bergantung kepada perusahaan apa, dan biasanya memerlukan waktu bulanan (3 bulan) dengan harga kisaran Rp. 3.000.000-20.000.000
2.      Tidak dicantumkan pengurusan izin Rp.1.000.000.
3.        Jika omset berada pada kisaran 30.000.000 (dengan pembuatan software atau memang mencapai angka tersebut) mohon diberikan kebijaksanaan untuk mengubah system penggajian kepada system bagi hasil sesuai dengan kesepakatan misalnya 20 : 80
4.      Modal beli barang saya pakai 10.000.000 walaupun sebenarnya itu akan hanya sedikit sekali untuk ukuran 6 x15 m
JIKA MODAL DI SIMPAN DI BANK
Modal yang diperlukan adalah sebesar Rp. 16.400.000,- dan di tabung didalam bank.
1 Tahun Bank Memberikan Bunga kepada Nasabah sebesar 6%. Maka Bunga uang tersebut setelah di tabung di bank selama 1 tahun adalah 6% X 16.400.000 = Rp 984.000,- Total Bunga per tahun adalah Rp 984.000 x 12 = Rp.11.808.000.
PERBANDINGAN
Dari 2 Kasus di atas yaitu Modal di gunakan untuk Bisnis percetakan dan kios dan Modal di simpan di Bank. Dapat dilihat bahwa Pendapatan dari Bisnis percetakan dan kios Setelah 1 Tahun adalah Rp. 153.600.000,-. Sedangkan Modal yang disimpan di Bank dan Berbunga 6 % adalah sebesar Rp. 28.208.000,- . Jadi dapat dilihat bahwa dengan Bisnis ini di dapatkan untuk 5 kali lipat, dari pada yang disimpan di Bank.


KESIMPULAN
Dari hasil perbandingan dapat dilihat bahwa dengan berbisnis kita akan mendapatkan untung yang besar. Ternyata berbisnis ini Sangat Menjanjikan apalagi tempat usahanya yang strategis dan target pasar yang terjangkau.


Tugas Management dan Kewirausahaan
Bisnis Pengetahuan : Bisnis Komunikator
Karen V. L. Kapoyos / 070213020

“BISNIS KOMUNIKATOR”

1.      PENDAHULUAN
Bisnis→berasal dari business →busy →sibuk (“Sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan”). Dalam pengertian ilmu ekonomi bisnis adalah : “Suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya” (ilmu ekonomi). Konteks : individu, komunitas ataupun masyarakat.

Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun  non verbal ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh suku bangsa).
2.      PENGERTIAN BISNIS
2.1 Pengertian
Bisnis→berasal dari business →busy →sibuk (“Sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan”). Dalam pengertian ilmu ekonomi bisnis adalah : “Suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya” (ilmu ekonomi). Konteks : individu, komunitas ataupun masyarakat
Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari – hari.

2.2 Fungsi Bisnis
Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society) [Huat, T Chwee,1990]
Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan [Griffin & Ebert]
Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa : Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi

Aspek - aspek bisnis: Kegiatan individu dan kelompok, Penciptaan nilai, Penciptaan barang dan jasa, Keuntungan melalui transaksi
Jenis Kegiatan Bisnis
A. Produksi :   Produksi adalah suatu kegiatan yang menghasilkan output dalam bentuk barang maupun jasa.
B. Distribusi : Distribusi adalah kegiatan menyalurkan atau menyebarkan produk barang atau jasa dari produsen kepada konsumen pemakai. Perusahaan atau perseorangan yang menyalurkan barang disebut distributor.
C. Konsumsi : Konsumsi adalah suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh para produsen. Perusahaan atau perseorangan yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen.
Karakteristik Sistem Bisnis
Kompleksitas & keanekaragaman
1.      Saling ketergantungan
2.      Perubahan dan
3.      Inovasi
Bentuk dasar kepemilikan bisnis : Perusahaan perseorangan, persekutuan, perseroan, koperasi

3.      Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah merupakan hasil “Tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu yang mana penginderaan ini terjadi melalui panca indera manusia yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba yang sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2003).
3.1 Tingkat Pengetahuan
Menurut Notoatmodjo (2003:3) 3) membagi 6 tingkat pengetahuan. Ada 6 tingkat pengetahuan yang dicapai dalam domain kognitif yaitu
1.   Tahu (know) : mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima.
2.   Memahami (Comprehention) : suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar, orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan
3.   Aplikasi (Application) : kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenamya, aplikasi ini diartikan dapat sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain.
4.  Analisis (Analysys) : suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu
objek kedalam komponen-komponen tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain.
5.   Sintesa (Syntesis) : kemampuan untuk meletakkan atau menggabungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang, baru dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formasi baru dari informasi-informasi yang ada misalnya dapat menyusun, dapat menggunakan, dapat meringkaskan, dapat menyesuaikan terhadap suatu teori atau rumusan yang telah ada.
6.   Evaluasi (Evaluation) : kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang telah ada.
Bisnis Pengetahuan “Bisnis Komunikator
3.1  Pengertian Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin  Communicare atau Communis yang berarti  sama  atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti  kita berusaha agar  apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.
Beberapa definisi komunikasi adalah:
1.      Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti / makna yang perlu dipahami bersama oleh  pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi  (Astrid).
2.      Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
3.      Komunikasi  adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).

4.2 TUJUAN KOMUNIKASI
Hewitt (1981), tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik :
1.     Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2.     Mempengaruhi perilaku seseorang
3.     Mengungkapkan perasaan
4.     Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5.     Berhubungan dengan orang lain
6.     Menyelesaian sebuah masalah
7.     Mencapai sebuah tujuan
8.     Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
9.     Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain


4.3 PROSES KOMUNIKASI
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar  sebagai berikut :
Pengirim pesan , penerima pesan  dan  pesan
1.      Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan  atau diekspresikan  oleh pengirim pesan.  Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.
    Materi pesan dapat berupa : Informasi, Ajakan, Rencana kerja, Pertanyaan dan sebagainya.
1.      Simbol / isyarat : pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat       dipahami oleh  orang lain.
2.      Media/penghubung : alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar,  papan pengumuman, telepon dan lainnya.
3.      Mengartikan kode / isyarat : melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka penerima pesan  harus dapat mengartikan  simbul / kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti / dipahaminya.
4.      Penerima pesan : orang yang dapat memahami pesan  dari sipengirim  meskipun dalam bentuk code / isyarat  tanpa mengurangi arti pesan  yang dimaksud oleh pengirim
5.      Balikan (feedback): isyarat / tanggapan yang berisi  kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan  kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.

2.      Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi  akan tetapi mempunyai pengaruh dalam  proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah  hal yang  merintangi atau menghambat  komunikasi  sehingga penerima salah menafsirkan pesan  yang diterimanya.
4.4 DASAR KOMUNIKASI

Komunikasi mempunyai  dasar sebagai berikut: Niat, Minat,  Pandangan, Lekat, Libat.

4.5 JENIS KOMUNIKASI
Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau  kelompok
Jenis komunikasi terdiri dari : Komunikasi verbal dengan kata-kata, Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh
1.     Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Racing (kecepatan). Intonasi suara, Humor, Singkat dan jelas. Timing
2.     Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata  dan komunikasi non verbal memberikan arti  pada komunikasi verbal : Ekspresi wajah, Kontak mata, Sentuhan, Postur tubuh dan gaya berjalan. Sound (Suara). Gerak isyarat

4.6 BENTUK KOMUNIKASI
Komunikasi  sebagai proses memiliki bentuk :
1.      Bentuk Komunikasi berdasarkan
a.       Komunikasi langsung : Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.
b.      Komunikasi tidak langsung : Komunikasi yang menggunakan media tertentu       
2.      Bentuk komunikasi berdasarkan  besarnya sasaran :
a.       Komunikasi massa, yaitu komunikasi  dalam jumlah yang besar.
b.      Komunikasi kelompok, komunikasi dalam jumlah dapat dihitung
c.       Komunikasi perorangan, komunikasi tatap muka

Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :
  1. Komunikasi satu arah                                                                                                                       
b.      Komunikasi timbal balik.

4.7 HAMBATAN KOMUNIKASI
·         Hambatan dari Proses  Komunikasi : Hambatan dari pengirim pesan, Hambatan dalam penyandian/symbol, Hambatan media, Hambatan dalam bahasa sandi.Hambatan dari penerima pesan, Hambatan dalam memberikan  balikan.
·        Hambatan Fisik : Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain.
·         Hambatan Semantik : Kata-kata yang dipergunakan berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima
·        Hambatan Psikologis : Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim  dan penerima pesan.

6.      PEMBAHASAN BISNIS KOMUNIKATOR
Ada dua pendapat kapan komunikasi dilatihkan, yang sampai kini berlaku :
    1. Karir disusun oleh keahlian inti dan penunjang, inti yang harus dikuasai sedang penunjang mengikutinya.
     2. Karir tersusun oleh sekian banyak keahlian, dari salah satu keahlian itulah yang akan menjadi penentu keberhasilan
Setiap orang pastilah telah sadar pentingnya komunikasi
Setiap orang telah melatih dirinya untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi sekalipun tidak disadarinya
Tidak setiap orang menyadari bahwa komunuasi bisa dijadikan titik tolak membuka karir dan melejitkannya hingga ke puncak keberhasilan
Apakah entrepreneur sukses juga komunikator tangguh?
Benar ; bila dilihat dari bagaimana mereka memerankan dirinya sebagai komunikan yang efektif
Bergantung: bila dilihat dari jumlah entrepreneur sukses ada yang tangguh ada pula yang tidak bisa berkomunikasi
Salah; bila dilihat dari penyebab suksesnya bisnis terletak pada pengambilan keputusannya
Apakah mereka komunikator efektif?
Jelas dan pasti ; efektivitas komunikasi milik semua orang sukses di manapun posisinya
Tidak bisa dipungkiri; apapun transaksi yang digerakkan, komunikasinya harus efektif pada seluruh stake-holders
Apakah syarat efektivitas komunikasi : Tujuannya jelas dan terarah , Para komunikan menyadari pentingnya persamaan persepsi; setidaknya hal-hal yang bisa dikompromikan, Adanya kesepakatan kode yang digunakan, Terbebas dari hambatan yang tidak diinginkan
Tujuan jelas dan terarah : Komunikasi bertujuan pada keutusan yang diinginkan bersama, Pilihan-pilihan istilah dan gaya komunikasi disesuaikan dengan aroma tema besar saat dilangsungkan transaksi, Kata-kata dan istilah sangatlah bernilai dan bisa menjadi pembahasan panjang.
Mengapa perlu penyesuaian persepsi? Penjual ingin untung, Pembeli ingin murah, Karyawan ingin sejahtera, Pemegang saham ingin kenaikan gaji, Asosiasi ingin dihargai, Yang lain lagi ingin lain lagi
Kode yang sama? Sama –sama sebagai entrepreneur akan berbeda gaya, kode dan idiolek jika; ekonom,teknokrat,politikus sebagai back-graundnya.
Owner-profesional dan investor akan sangat berbeda menyikapi tentang sesuatu dalam pengambilan putusan di perusahaan yang sama-sama mereka dirikan
Sebaik apapun target bisa gagal pada akhir waktu lantaran gagal mengelola hambatan. Hambatan bisa datang dari para komunikan bisa juga dari luar yang tidak bisa diprediksikan sebelumnya. Sehingga disepakati untuk menghindari hambatan tersebut, yaitu : hambatan fisik, hambatan semantic, hambatan structural, dan hambatan psikologis.
Hambatan fisik : Tempat sungguh memberi andil besar jadi hambatan jika salah taruh, Waktu amat menentukan sukses atau terhambatnya komunikasi bisnis, Sarana bisa juga mempengaruhi sukses terhambatnya komunikasi bahkan transaksi
Hambatan semantic : Tingkat keterpelajaran seseorang harus diperhitungkan guna menghindari hambatan, Latar belakang ilmu/disiplin ilmu potensial jadi hambatan serius bila tidak diantisipasi sejak awal, Perbedaan departemen/fungsi manajemen layak diwaspadai sebagi penghambat komunikasi
Hambatan structural : Jabatan yang berbeda sering ditengarahi sebagai hambatan komunikasi dan bahkan karir, Peraturan yang ketat di samping berfungsi pendisiplinkan berdampak pada bunrunya komunikasi transformasional
Hambatan psikologis : Perbedaan usia sering menghambat pola komunikasi yang egaliter, Jenis kelamin yang berbeda diakui sebagai sekat komunikasi objektif, Hutang budi akan menyiksa seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu secara wajar
KESIMPULAN
Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi  melibatkan  seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima. Komunikasi adalah suatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar sebagai berikut; niat, minat, pandangan, lekat, libat. Dalam proses komunikasi kita juga harus ingat bahwa ada hambatan yaitu baik dari pengirim, saluran, penerima  dan umpan balik serta hambatan  fisik  dan psikologis.
Tujuan komunikasi adalah  berhubungan  dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan  dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi,  yaitu verbal dan non verbal, komunikasi verbal meliputi kata-kata yang diucapkan  atau tertulis, sedangkan komunikasi non verbal meliputi bahasa tubuh. Menurut bentuk komunikasi, ada yang disebut komunikasi satu arah  dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah berarti  sebuah pesan  dikirim dari pengirim  ke penerima  tanpa ada umpan balik. Komunikasi dua arah  terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan  umpan balik. Komunikasi berdasarkan  besarnya sasaran terdiri  dari komunikasi  massa, komunikasi kelompok, dan komunikasi perorangan. Sedangkan komunikasi berdasarkan arah pesan  terbagi atas; komunikasi satu arah dan komunikasi timbal balik.


Fitriani A Y Walangare
080213122
STUDI KELAYAKAN BISNIS
AIR ISI ULANG
I.  Latar Belakang
Dalam era pembangunan dan perindustrian pada saat ini telah meningkatkan taraf hidup manusia, akan tetapi pembangunan menjadi suatu dampak pencemaran air yang sangat menyolok. Sungai-sungai dan sumber-sumber air banyak tercemar unsur kimia organik, non organik, logam berat, dan sebagainya yang dapat membawa kerugian fatal bagi tubuh manusia. Air yang tercemar bukan saja kehilangan daya detoksifikasinya untuk melancarkan metabolisme sel tubuh, tetapi juga merugikan tubuh kita.
Dengan adanya temuan baru beberapa tahun yang lalu tentang teknologi penyaringan air bersih (air isi ulang) dengan investasi yang cukup murah dan dapat dijadikan sebagai home industri (usaha mikro) dilokasi-lokasi permukiman. Harga jual produk otomatis sangat murah dibandingkan produk yang bermerek. Dan diperkirakan permintaan akan produk air isi ulang akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya air bersih untuk metabilosme sel-sel tubuh. Disamping itu pemerintah sangat mendukung dengan adanya usaha ini “Masyarakat dapat hidup sehat dengan biaya hidup ekonomi rendah”.
II. MODAL USAHA
Modal dasar usaha dan telah disetorkan sebesar Rp 85.000.000 (Delapan puluh lima juta rupiah) berupa:
1.         Tanah seluas 60 m2 (tempat lokasi usaha)                  Rp  45.000.000
2.         Dana Kas & bank                                                        Rp  40.000.000
                        Total                                        Rp 85.000.000
Surat-surat Izin
Surat-surat izin dan referensi yang telah dimiliki dan Photo Copinya yang dilampirkan dalam proposal ini adalah:
-          Surat izin Domisili
-          SIUP (Surat Izin Usaha Pengusaha)
-          TDP (Tanda Dartar Perusahaan)
-          NPWP (Nomor Pokok Wajib Pengusaha)
-          Sertifikat Kualitas Air (Sucofindo)
-          Sertifikat tanah, Hak milik
-          IMB (Izin Mendirikan Bangunan)
-          Surat Kawin
-          Kartu keluarga
-          Kartu tanda penduduk (KTP)
III.  Pemasaran
Lokasi Usaha Lama (sedang berjalan)
Permintaan air mineral (Air Isi Ulang) didaerah tempat kami saat ini cukup tinggi dan terus meningkat. Khususnya pada hari sabtu dan minggu atau hari libur kami cukup kewalahan untuk melayani permintaan produk kami.
Lokasi usaha kami saat ini berada dalam tengah-tengah komplek yang jumlah Kepala Keluarga (KK) + 2000 KK dan sekitar luar komplek banyak bangunan kavling yang sudah terisi serta penduduk lama (Asli) yang berjumlah + 3000 KK.
Disamping itu diluar komplek banyak pabrik / perusahaan kecil yang memesan produk kami dan permintaannya cukup tinggi.
Jumlah permintaan air isi ulang berkisar 200 hingga 300 galon perhari atau 7.800 galon perbulan dengan Harga Jual Rp 2500 pergalon.diantar sampai ketempat.
Sedangkan harga pokok 1 galon air adalah:
Air                               Rp       700
Tutup                           Rp       175
Tisu                             Rp         75
Pencucian Galon         Rp       100
                   Total        Rp     1050
Historikal data penjualan 6 bulan terakhir adalah:
Bulan
Permintaan (Galon)
Total
(Galon)
Perumahan
Pabrik
Januari
4.503
2.250
6.753
Februari
4.512
2.050
6.562
Maret
4.601
2.350
6.951
April
4.930
2.300
7.230
Mei
5.253
2.250
7.503
Juni
5.526
2.275
7.801

Lokasi Baru (Perluasan usaha)
Lokasi pembangunan usaha ini berjarak kurang lebih 5 km dari usaha yang lama. Permintaan akan produk air isi ulang pada lokasi baru ini diperkirakan akan lebih tinggi dari lokasi yang lama, karena lokasi baru merupakan jalan akses masuk pada perumahan dengan jumlah + 3500 KK dan disekitar perumahan banyak rumah kavling-kavling yang sudah terisi serta kondisi ekonomi dan sosial hampir sama dengan kondisi usaha yang sedang berjalan.
Pesaing
Pada lokasi baru ini belum ada usaha air isi ulang ataupun dalam proses pembangunan.
Segmentasi pasar.
Segmentasi pasar produk Air Isi Ulang ini ditargetkan pada 2 segmentasi pasar, yaitu:
a.       Pasar pemukiman / perumahan 70%
b.      Pasar perusahaan / industri 30%
Target penjualan.
Target penjualan atau proyeksi volume penjualan pada lokasi baru ini diperkirakan setelah enam bulan operasi hampir sama dengan lokasi lama, yaitu :
Bulan
Proyeksi Penjualan (Galon)
Total
Penjualan
(Galon)
Pemungkiman
Perusahaan
Agustus
2.100
900
3.000
September
2.380
1.020
3.400
Oktober
2.800
1.200
4.000
Nopember
3.150
1.350
4.500
Desember
3.640
1.560
5.200
Januari
3.990
1.710
5.700
Februari
4.340
1.860
6.200
Maret
4.690
2.010
6.700
April
4.900
2.100
7.000
Mei
5.040
2.160
7.200
Juni
5.250
2.250
7.500
Juli
5.460
2.340
7.800

IV.  Teknis
Teknologi
Dalam memproduksi Air Mineral Isi Ulang menggunakan teknologi gradation dan multy media filtration dengan pemrosesan system filtrasi sebanyak 16 kali serta penyaringan sampai dengan 0,1 micron melalui ultra violet sterilization system.
Spesifikasi nama-nama spare part air isi ulang:
Nama Barang
Jumlah
Keterangan
- Storage Tank
2 unit
Kap. 5200 lt, bahan prophelyne penghambat / ti lumut
- Final Tank
1 unit
Kap. 1200 lt, bahan stainless steel IC 304
- Filter Media Pre Treatment
3 unit
10 x 125 cm, tabung stainless steel ic 316
- Water Pump
4 unit
Foodgrade body stainless steel
- Ultra Violet Sterilization System
1 unit
Int’l standar industrial
- Cartridge Filter
13 unit
Polycarbon + Drat tembaga
- Water Press Control
1 unit
Menjaga kestabilan tekanan
- Dolomite
1 unit
Water level control
- Flow meter
1 unit
Water distribution
- Rak Cartridge
1 unit
-
- Partisi alumunium super
1 set
3 KPA + 1 pencucian sterilisasi gallon + 1 pemilasan (lantai keramik + lampu decolite) + display UV system)
- Piping, Valve Dll
1 set
Menggunakan pipa kualitas terbaik RUCIKA (KD system instalasi)

Gambar proses aliran produksi air mineral isi ulang dapat dilihat pada gambar berikut ini:


















 


























STERILISASI CUCI GALON DESINFECTAN

STERILISASI PEMBILASAN


PENGISIAN GALON 1


PENGISIAN GALON 2


PENGISIAN GALON 3
OUTLET PARTISI ALUMUNIUM SUPER EX
 


GAMBAR –    ALIRAN PROSES AIR MINUM ISI ULANG
                  16 X PROSES HYDRO FILTRATION SYSTEM
 






V.        Keuangan
Total biaya pembangunan usaha Air Isi Ulang tersebut sebesar Rp 145.000.000, dengan rincian sebagai berikut
1.    Pembelian tanah tempat usaha 60 m2                                Rp   45.000.000
2.    Biaya bangunan Rp 1.000.000/m2 x 36 m2                       Rp   36.000.000
3.    Mesin dan peralatan Air Isi Ulang                                     Rp   35.000.000
4.    2 Unit motor bebek                                                                        Rp   24.000.000
Total                                        Rp 140.000.000
5.    Modal Kerja (Pembelian gallon, air, tisu, sabun, dll)         Rp.    5.000.000
Grand Total                             RP 145.000.000

Sumber Dana Investasi

Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman dari bank. Yaitu:
Modal sendiri                                      Rp     85.000.000,-
Kredit Bank                                        Rp    60.000.000,-

Total Investasi             Rp   145.000.000,-

Pembayaran Kredit Investasi
Sedangkan pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada bulan kedua (sebulan setelah pinjaman diterima), serta selanjutnya setiap 1 bulan sekali, selama 15 bulan.
Tabel Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit
Bulan
Pokok Kredit
(Rp)
Bunga Kredit
(Rp)
Total
(Rp)
Bulan-1
2.500.000
750.000
3.250.000
Bulan-2
2.500.000
718.750
3.218.750
Bulan-3
2.500.000
687.500
3.187.500
Bulan-4
2.500.000
656.250
3.156.250
Bulan-5
2.500.000
625.000
3.125.000
Bulan-6
2.500.000
593.750
3.093.750
Bulan-7
5.000.000
562.500
5.562.500
Bulan-8
5.000.000
500.000
5.500.000
Bulan-9
5.000.000
437.500
5.437.500
Bulan-10
5.000.000
375.000
5.375.000
Bulan-11
5.000.000
312.500
5.312.500
Bulan-12
5.000.000
250.000
5.250.000
Bulan-13
5.000.000
187.500
5.187.500
Bulan-14
5.000.000
125.000
5.125.000
Bulan-15
5.000.000
62.500
5.062.500
TOTAL
60.000.000
6.843.750
66.853.750

Proyeksi Laba Rugi
Pada bulan operasi pertama diperkirakan usaha air isi ulang sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 585.833 dan bulan kedua memperoleh laba sebesar Rp 1.166.521, Akumulasi keuntungan dalam satu tahun adalah Rp 49.942.688.


 
070213018

Tugas...!!! STUDI KELAYAKAN BISNIS


“STUDI KELAYAKAN INVESTASI BISNIS PROPERTI
(STUDI KASUS: PROYEK CIATUR RIANG RANGGA)”

Abstrak:

            Sudah sejak lama pemerintah (regulator), pengembang (pelaksana) dan pihak perbankan (sumber pendanaan), terjebak dalam salah kaprah dalam melihat bisnis properti. Anggapan pemerintah, pembangunan kawasan perumahan skala besar (melalui dalih pembangunan kota baru atau kota mandiri) akan menciptakan efisiensi pada industri perumahan nasional, ternyata keliru total. Begitu juga dengan pandangan yang terbukti salah dari pihak pengembang dan perbankan yang menganggap dari kalkulasi bisnis, proyek properti skala besar akan lebih menguntungkan ketimbang proyek skala kecil. Logikanya, semakin besar proyek properti akan semakin tinggi harga tanah dan harga rumah dijual ke pasar (konsumen) dan semakin kecil pula pangsa pasarnya. Mengingat proyek Ciater Riung Rangga merupakan produk properti yang telah diluncurkan sejak tahun 1995 dan mempertaruhkan modal besar dalam jangka panjang maka akan timbul masalah apakah menginvestasikan dana pada Ciater Riung Rangga menguntungkan atau tidak. Dalam menganalisis data-data dan hasil penelitian, peneliti menggunakan analisa cash in flow, cash out flow, projected cash flow, analisa NPV, analisa IRR, analisa profitability index, analisa modified IRR, dan analisa COC.
            Berdasarkan hasil penelitian proyek, maka didapatkan total cash in flow adalah Rp.190.772.079.000,- dan cash out flow pada proyek Ciater Riung Rangga adalah Rp.121.493.750.000,-. Projected Net profit menunjukkan Rp. 35.202.956.100,-. NPV yang diperoleh adalah Rp. 14.848.189.000,- yang menunjukkan bahwa proyek ini layak untuk dijalankan. Hasil IRR yang diperoleh adalah 69,38% > 20%, maka hal ini menunjukkan proyek ini layak untuk dijalankan. Profitability index/rasio menunjukkan _ >>> 1 dengan anggapan investasi awal adalah 0. Hasil MIRR adalah 33,42% dan COC adalah 25,76%, berarti dapat diinvestasikan kembali (MIRR > COC).

PENDAHULUAN

            Peringatan Bapak Gubernur Bank Indonesia, apabila dana jangka pendek perbankan digunakan untuk keperluan investasi jangka panjang di sektor properti, maka terjadi mismatch. Sudah sejak lama pemerintah (regulator), pengembang (pelaksana) dan pihak perbankan (sumber pendanaan), terjebak dalam salah kaprah dalam melihat bisnis properti. Anggapan pemerintah, pembangunan kawasan perumahan skala besar (melalui dalih pembangunan kota baru atau kota mandiri) akan menciptakan efisiensi pada industri perumahan nasional, ternyata keliru total. Begitu juga dengan pandangan yang terbukti salah dari pihak pengembang dan perbankan yang menganggap dari kalkulasi bisnis, proyek properti skala besar akan lebih menguntungkan ketimbang proyek skala kecil. Logikanya, semakin besar proyek property akan semakin tinggi harga tanah dan harga rumah dijual ke pasar (konsumen) dan semakin kecil pula pangsa pasarnya.
            Untuk menggairahkan kembali perekonomian nasional, tidak ada cara lain kecuali mengundang investor baru bahkan kalau perlu investor asing masuk karena hampir semua kegiatan pembangunan saat ini sudah dibiayai lembaga keuangan internasional, begitu juga di sektor properti. Peneliti menetapkan pokok masalah yang dibahas adalah apakah menginvestasikan dana pada Ciater Riung Rangga menguntungkan atau tidak. Dalam menganalisis data-data dan hasil penelitian, peneliti menggunakan analisa cash in flow, cash out flow, projected cash flow, analisa NPV, analisa IRR, analisa profitability index, analisa modified IRR, dan analisa COC.
            Pada studi ini, akan dilihat prospek proyek Ciater Ranch Resort agar dapat digunakan sebagai pedoman perencanaan dalam pengambilan keputusan, baik bagi developer, investor atau pemberi bantuan kredit dan lembaga lain yang berhubungan dengan kegiatan proyek tersebut dan sebagai pedoman dalam pengawasan apakah proyek nanti dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak.


TINJAUAN PUSTAKA

Teori Evaluasi Proyek
            Proyek merupakan suatu rangkaian aktivitas yang dapat direncanakan, yang didalamnya menggunakan sumber-sumber (inputs), misalnya : uang dan tenaga kerja, untuk mendapat manfaat (benefits) atau hasil (return) di masa yang akan datAng (Kadariah, Lien Karlina, Glive Gray, Pengantar Evaluasi Proyek, hal 1).
Kegunaan evaluasi proyek adalah untuk menganalisa terhadap suatu proyek tertentu, baik proyek yang akan dilaksanakan, sedang dan selesai dilaksanakan untuk bahan perbaikan dan penilaian pelaksanaan proyek tersebut.

Dasar Pertimbangan Keputusan Proyek
            Dalam suatu Negara yang sedang membangun selalu dibutuhkan kegiatankegiatan seperti proyek. Dengan adanya proyek-proyek tersebut, pendapatan suatu Negara (terutama Negara yang sedang membangun) diharapkan dapat meningkat.
Investasi (investment) dibagi menjadi :
a. Autonomous Investment, yaitu suatu investasi yang tidak dipengaruhi oleh tingkat pendapatan. (I = I0)
b. Induce Investment, yaitu suatu investtasi yang mempunyai kaitan dengan tingkat pendapatan. (I = f(Y))
c. Investasi yang sifatnya dipengaruhi oleh adanya tingkat bunga uang atau modal yang berlaku di masyarakat. (I= f(r))
            Untuk mengambil keputusan apakah suatu investasi akan diterima atau tidak, berdasarkan pada besarnya keuntungan dan biaya yang dikeluarkan, dimana keuntungan harus lebih besar daripada biayanya.
Aspek-aspek Perencanaan Evaluasi Proyek
1. Aspek Teknis
2. Aspek Managerial, Organisasi dan Institusi/Lembaga
3. Aspek Sosial
4. Aspek Ekonomis
5. Aspek Finansial
Metode Penilaian Investasi
1. Net Present Value (NPV) adalah selisih antara benefit (penerimaan) dengan cost (pengeluaran) yang dapat dipresent-valuekan.
NPV=


Dimana :
* kt merupakan modal yang digunakan pada periode investasi.
* b1, b2,…., bn adalah penerimaan pada tahun ke 1 sampai dengan tahun ke n.
* c1, c2,…., cn adalah pengeluaran pada tahun ke 1 sampai dengan tahun ke n.
I adalah tingkat discount rate. NPV > 0 maka investasi layak dijalankan.

2. Internal Rate of Returns (IRR) merupakan tingkat bunga yang menggambarkan bahwa antara benefit (penerimaan) yang telah dipresent-valuekan dan cost (pengeluaran) yang telah dipresent- valuekan adalah sama dengan nol.
IRR=


Dimana :
* r menunjukkan Internal Rate of Returns IRR > Discount Rate maka proyek sebaiknya dijalankan.

3. Profitability Index menunjukkan perbandingan antara penerimaan (benefit) dengan biaya modal (K) yang digunakan setelah dipresent-valuekan.




PV/K > 1 maka proyek akan dipilih.


4. Modified IRR (MIRR) adalah untuk menghitung tingkat pengembalian suatu investasi dengan modifikasi yang hampir sama dengan fungsi IRR. MIRR memperhitungkan biaya uang yang dipinjam untuk suatu investasi dan mengasumsikan menanam kembali uang dihasilkan, dengan asumsi transaksi terjadi akhir suatu periode dan mengembalikan tingkat bunga ekuivalen periode tersebut.

5. Cost of Capital (COC) adalah besarnya biaya riil harus ditanggung oleh perusahaan untuk memperoleh dana dari suatu sumber.

Gambaran Umum
            Dalam master plan, +/- 100 Ha areal yang dikembangkan dibuat pembagian areal yaitu :
1. Equestrian seluas 8,2 Ha terdiri dari Equestrian Center (5,4 Ha) dengan beberapa bagian penting yaitu arena, club house, dan stables (kandang kuda) dan Padang Rumput (2,8 Ha).
2. Hotel, Spa, Sport Area seluas 15,50 Ha terdiri dari Hotel (9,0 Ha), Spa (1,3 Ha), Sport Complex (3,0 Ha), Danau (0,6 Ha), dan Tempat Camping (1,6 Ha).
3. Residential / Villa seluas 42,20 Ha.
4. Commercial seluas 1,80 Ha.
5. Bangunan Prasarana (perumahan karyawan, water treatment plan, administration office, dan power house).
6. Jalur Hijau (jalur berkuda, kereta kuda dan jalan kaki).

Rencana Pembangunan
1. Yang dibangun sendiri
- Infrastructure berupa jalan, saluran, listrik, air, telepon, taman, danau, dll.
- Equestrian
- Sport Complex
- Villa
- Commercial Area
2. Dengan investor lain
- Hotel
- Spa
Rencana Pemasaran
            Market Segment yang akan dituju dalam memasarkan Ciater Ranch Resort ini adalah penduduk Jakarta, Bandung dan daerah pengembangan industri Bekasi sampai ke Cikampek. Sedangkan dari sudut Marketing Mix akan terlihat pada product, price dan promotion.

HASIL DAN PEMBAHASAN

            Mengingat proyek Ciater Riung Rangga merupakan produk properti yang telah diluncurkan sejak tahun 1995 dan mempertaruhkan modal besar dalam jangka panjang maka akan timbul masalah apakah menginvestasikan dana pada Ciater Riung Rangga menguntungkan atau tidak. Dalam menganalisis data-data dan hasil penelitian, peneliti menggunakan analisa sebagai berikut :
1. Cash In Flow
Dari hasil perhitungan, didapatkan hasil penjualan villa (penerimaan kas) adalah sebagai berikut:
a. Sales Villa
Tahap I                                                      Tahap II
- Tanah 11.037.060                                   - Tanah 16.752.258
- Bangunan 7.854.000                               - Bangunan 10.708.500
Tahap III                                                   Tahap IV
- Tanah 28.275.642                                   - Tanah 38.950.227
- Bangunan 14.092.650                             - Bangunan 12.760.000
Tahap V
- Tanah 37.031.742                                   Sub Total 1 190.772.079
- Bangunan 13.310.000

b. Sales Non Villa Area
Tahap IV
- Tanah Hotel -
- Tanah tempat camping -
- Tanah permandian air panas –

c. Rental Land
Commercial Area-
d. Sales Others
- Air, Listrik, Telepon, Parabolic Antena, Security System
- Member Cards
TOTAL : 190.772.079
Dengan demikian, total Cash in flow pada proyek ini adalah Rp. 190.772.079,-

2. Cash Out Flow dengan rincian :
Dalam perhitungan cash out flow ini, peneliti menggunakan asumsi-asumsi
sebagai berikut :
a. Harga Pembelian Tanah
Rp. 30.000/m2 (sudah termasuk ijin lokasi, sertifikat tanah dan lain-lain).
b. Site Preparation
Rp. 2.000/m2 untuk preparation works, site clearance, cut and fill, water resources surveys.
c. Biaya Konstruksi
Biaya konstruksi untuk pembangunan villa, bangunan prasarana dan fasilitas rata-rata naik 10% pertahun dikarenakan tingkat inflasi.
1. Biaya Konstruksi Villa
a. Tahap I : Rp. 550.000/m2
b. Tahap II : Rp. 600.000/m2
c. Tahap III : Rp. 660.000/m2
d. Tahap IV : Rp. 730.000/m2
e. Tahap V : Rp. 800.000/m2
2. Biaya Konstruksi Bangunan Prasarana.
3. Projected Cash Flow adalah aliran kas yang diharapkan baik masuk maupun kas keluar menunjukkan positif supaya proyek layak dilaksanakan. Project cash flow menunjukkan Rp 35.202.956.100,- yang artinya proyek tersebut layak dilaksanakan.
4. Analisa NPV adalah cash flow yang didiskontokan atas dasar rate of return yang diinginkan. Discount rate yang digunakan adalah 20% sehingga diperoleh NPV Rp 14.848.189.000,-. Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini layak untuk dijalankan.










5. Analisa IRR menggunakan dasar discounted cash flow, yaitu tingkat bunga yang akan menjadikan nilai sekarang dari projected cash flow sama dengan pengeluaran modal.


Berdasarkan hasil perhitungan, didapat hasil IRR adalah 69,78% > 20% yang artinya proyek layak untuk dijalankan.
6. Analisa Profitability Index menunjukkan perbandingan antara penerimaan (benefit) dengan biaya modal. Dengan anggapan investasi awal = 0 sehingga profitability index / ratio = _ >>> 1. Perhitungan profitability index adalah sebagai berikut :








7. Analisa Modified IRR Dengan tingkat bunga pendanaan 20% dan tingkat bunga re-investasi 15%, maka didapatkan MIRR = 33,42.
8. Analisa COC.




Dari keseluruhan analisa data tersebut, peneliti lebih memfokuskan pada analisa Net Present Value (NPV), karena NPV memperhatikan “time value of money”.

KESIMPULAN

            Berdasarkan hasil penelitian proyek pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Project Value : Rp190.772.079.000,-
2. Projected Net Profit: Rp35.202.956.100,-
3. NPV : Rp14.848.189.000,-. NPV yang diperoleh adalah NPV positif, hal ini menunjukkan bahwa proyek ini layak untuk dijalankan.
4. IRR : 69,38 %. IRR yang diperoleh adalah IRR > Discount Rate (69,38% > 20%), hal ini menunjukkan proyek ini layak untuk dijalankan.
5. MIRR > Cost of Capital berarti dapat diinvestasikan kembali.
            Dengan demikian proyek Ciater Riung Rangga ini layak untuk dijalankan dan menginvestasikan dana pada proyek ini adalah menguntungkan dan mempunyai prospek yang cukup bagus. Dari analisis di atas yang paling baik adalah Analisa NPV yang juga memperhatikan rate of return atau cost of capital yang diinginkan selain time of money.
            Studi Real Estate adalah studi yang komplek dan memerlukan beberapa disiplin ilmu, tergantung dari tipe real estate.

DAFTAR PUSTAKA
* Kadariah, K.L. dan Gray, G. Pengantar Evaluasi Proyek, Lembaga Penerbitan FE-UI.
* Pudjosunarto, M. Evaluasi Proyek, Penerbit Liberty, Yogyakarta.
* Riyanto, B. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Yayasan Penerbit Gadjah Mada, Yogyakarta.





 
Tugas VI: Manajemen dan Kewirausahaan



STUDI KELAYAKAN BISNIS
“Usaha Foto Copy”








Disusun Oleh
Filemon J Ginting
080 213 124






Description: 2_Fakultas Teknik
 














UNIVERSITAS SAM RATULANGI
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ELEKTRO
MANADO
2010


STUDI KELAYAKAN BISNIS
“Usaha Foto Copy”


BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Dewasa ini, perekonomian negara Indonesia menunjukkan kondisi yang kurang menggembirakan bagi para pelaku usaha dan masyarakat. Tingginya angka inflasi nasional pada bulan April 2008 yang mencapai 4,01% dan di Surabaya yang mencapai 3,07 % dan isu kenaikan maupun kelangkaan harga BBM menjadi bukti adanya kurang kondusifnya kondisi perekonomian negara. Dalam kondisi yang seperti ini, masyarakat semakin terpuruk ketika harga kebutuhan beberapa bahan pokok mengalami peningkatan dan tidak lagi terjangkau yang juga tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
 Apabila permintaan meningkat memungkinkan pasar menjadi potensial dan ketika kondisi permintaan menurun menyebabkan kondisi
Pasar berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Yang perlu diperhatikan adalah mengenai bagaimana tingkat persaingan, daya beli masyarakat, dan hukum permintaan maupun penawaran itu terjadi pada kondisi yang demikian.
Kalau kita ambil dalam pengertianya, bahwa studi kelayakan bisnis itu adalah Studi kelayakan bisnis adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan berhasil dengan pertimbangan mendapatkan manfaat financial. Atau dengan pengertian yang lain studi kelayakan bisnis adalah penelitian tentang berhasil tidaknya proyek investasi dilaksanakan secara mengungkan (penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan ekses sumber daya, penghematan devisa, dan peluang usaha).
BAB II
TINJAUAN KAJIAN

2.1 KAJIAN TEKNIS
A.Segmentasi,Targeting dan Positioning

a.Segmentasi
Yang menjadi segmen dari usaha foto copy adalah semua segmen pasar (umum)
b.Targeting
Yang menjadi target market adalah mahasiswa/i ,siswa/i dan  pada khususnya masyarakat sekitarnya.
c.Positioning
Kami ingin menciptakan image atau citra perusahaan di benak konsumen sebagai tempat foto copy yang berkualitas dengan harga yang pas.

B.Permintaan Perkembangan permintaan saat ini
Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan foto copy semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kepentingan masyarakat dan meminimalisasi biaya.

C.Penawaran
a.Perkembangan penawaran saat ini
Perkembangan penawaran disektor usaha foto copy pada saat ini memang umum di lingkungan kampus. Hal tersebut disebabkan karena sektor usaha ini sudah dibidik secara serius. Oleh karena itu, agar usaha foto copy menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih bagi konsumen dengan cara mendiskon harga dengan ketentuan yang berlaku.

b.Prospek penawaran dimasa yang akan datang
Harga dalam hal ini tidak terlalu diperhitungkan dikarenakan para pesaing juga melakukan banting harga) maka karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi.èMengingat adanya peluang yang besar dalam usaha foto copy pada masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif (lebih banyak produk yang ditawarkan dalam hal ini tidak dimiliki oleh pesaing) maupun lebih kompetitif (dilihat dari kualitas kertas dan hasil copy
D.ProgramPemasaran
a.Tingkat pelayanan
Dalam usaha ini kami memberikan layanan yang memuaskan melalui layanan langsung, pemesanan dan tepat waktu pekerjaan.

b.Penetapan harga
Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang relative sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu untuk meningkatkan pangsa pasar.

2.2 KAJIAN EKONOMI
A. Rencana Pengembangan

a. Evaluasi lokasi
Lokasi yang akan kami pilih untuk mendirikan bangunan sebagai tempat usaha foto copy adalah Bahu daerah kampus

b. Sarana dan prasarana
• Sarana yang akan kami gunakan untuk menunjang kegiatan usaha kami adalah dengan memanfatkan : Meja Kursi, Ruang Tunggu, Tempat parkir,
• Sedangkan untuk prasarananya kami menggunakan bangunan seluas
5 X 6 m2
c. Bahan – bahan utama
Bahan utama yang digunakan dalam menjalankan usaha foto copy antara lain :
1. 3 buah mesin foto copy
2. 2 buah mesin potong kertas
3. berbagai jenis dan ukuran kertas
4. Stapeles besar dan kecil berserta isi
5. Isolasi berbagai ukuran
6. berbagai warna mika

d. Bangunan dan tata letak bangunan
bangunan berdiri diatas tanah seluas 5 X 6 m2 dimana tempat parkir disediakan tanah seluas 5X2 m2

e. Jadwal pelaksanaan
Usaha foto copy akan mulai didirikan pada tanggal 1 Mei 2010 sampai tanggal 15 Juli 2010 untuk kegiatan pembangunan gedung, dan kegiatan operasional penjualan mulai lounching dan diperkenalkan ke masyarakat mulai tanggal 01 Januari 2011.
B. Rencana Pengoperasian Usaha

a. Proses operasi usaha
Proses operasi perusahaan meliputi rencana penjualan, rencana persediaan produk, penjadwalan pegawai dan penggajian, pengawasan kualitas, dan pengawasan biaya penjualan dan pemesanan.

b.Kebutuhan bahan operasi
Kebutuhan bahan operasi foto copy dikelola oleh pimpinan mengenai kebutuhan bahan operasi yang meliputi pendanaan, jumlah produk dan kegiatan pemasaran.

c.Kegiatan perawatan mesin
Mesin foto copy yang digunakan mempunyai umur ekonomis selama 4 th.Kegiatan perawatan mesin kami menggunakan tenaga ahli mesin sesuai dengan mesin – mesin yang kami gunakan. Misalnya perawatan mesin copy,perawatan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan dengan menggunakan tenaga ahli dari mitra kerja kami.

2.3 KAJIAN FINANCIAL
A. Struktur Organisasi
Bagan organisasi tersebut di buat agar memudahkan mengenai kepemimpinan organisasi dan dalam pembagian pekerjaan sesuai dengan divisi masing – masing

B. Jabatan dan uraian tugas

Pemilik

Berperan sebagai kasir dan sekaligus sebagai penaggung jawab opersional

Karyawan
Berperan sebagai pelaksana pengoperasian mesin foto copy sekaligus melayani konsumen

C.JAM KERJA
 Toko foto copy menggunakan jam kerja hari senin s/d sabtu dari jam 06:00 s/d 19:00
C. Jumlah karyawan dan sistem penggajian
Periode I = tahun 1 s/d tahun 3
No Jabatan Jumlah Gaji/bulan Total gaji/th
1 Pemilik
Penanggung jawab 1 Rp 1.200.000 Rp 14,400,000
2 Karyawan 3 Rp 750.000 Rp 27.000.000
Total gaji Rp 3.450.000 Rp 41.400.000
Total gaji selama 3 tahun untuk periode I :
• total gaji per bulan = Rp 3.450.000,-
• total gaji per tahun = Rp 3.450.000,- x 12 = Rp 41.400.000,-
• total gaji selama 3 tahun = Rp 41.400.000,- x 3 = Rp 124.200.000,
pada bulan pertama tahun ke 4 terdapat kenaikan gaji sebesar Rp 100.000.-
Periode II = tahun 4 s/d 5
No Jabatan Jumlah Gaji/bulan Total gaji/th
1 Pemilik
Penanggung jawab 1 Rp 1.300.000 Rp15.600.000
2 Karyawan 3 Rp 850.000 Rp30.600.000
Total gaji Rp 3.850.000 Rp 46.200.000
• total gaji per bulan = Rp3.850.000,-
• total gaji per tahun = Rp 3.850.000,- x 12 = Rp 46.200.000,-
• total gaji tahun 4 = Rp 46.200.000,-
jadi selama empat tahun pengeluaran gaji sebesar
Rp 124.200.000, + Rp 46.200.000, = Rp 170.400.000,-
Pengeluaran ( cash out flow )
Seluruh pengeluaran selama periode 1 dan 2 th
Kertas HVS A4 70 Gr (Rp. 23.000 X 50 rim) : Rp 1.150.000
Kertas HVS Folio 60 Gr (Rp. 18.000 X 150 rim) : Rp 2.700.000
Isolasi Jilid @ Rp. 8.000 X 10 : Rp. 80.000
Tunner : Rp. 7.200.000
Biaya Perawatan : Rp. 72.000.000
1 Pimpinan Rp. 1.200.000 X 12 : Rp. 14 400.000
3 Karyawan Rp. 750.000 X 3 X 12 : Rp. 27.000.000
Biaya Listrik : Rp. 7.200.000
Biaya telepon : Rp. 1.200.000
PBB : Rp. 1.400.000
TOTAL Rp. 134.330.000 x 2
Rp 268.660.000
Seluruh pengeluaran selama periode 3 dan 4 th
Kertas HVS A4 70 Gr (Rp. 24.000 X 50 rim) : Rp. 1.200.000
Kertas HVS Folio 60 Gr (Rp. 20.000 X 150 rim) : Rp 3.000.000
Isolasi Jilid @ Rp. 8.500 X 10 : Rp. 85.000
Tunner : Rp. 8.000.000
Biaya Perawatan : Rp. 72.000.000
1 Pimpinan Rp. 1.300.000 X 12 : Rp. 15.600.000
3 Karyawan Rp. 850.000 X 3 X 12 : Rp. 30.600.000
Biaya Listrik : Rp. 7.200.000
Biaya telepon : Rp. 1.200.000
PBB : Rp. 1.400.000
TOTAL Rp. 140.285.000 x 2
Rp 280.570.000
Proyeksi Laba Rugi ( EAT )
- Penjualan per tahun (Rp 450.000 x 30 hari x 12 bulan ) : Rp 162.000.000
- Biaya Operasi : Rp (134.330.000)Laba/ Rugi : Rp.27.670.000
- PPN 10% ( 10.975.000 x 10% ) : ( Rp. 2.767.000 )
- PBB : ( Rp. 1.400.000 )
Laba setelah pajak : Rp 23.503.000
BAB III
KESIMPULAN

A.Kesimpulan

Dari hasil analisis beberapa faktor, ternyata usaha fotocopy mampu memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha foto copy pada masa yang akan datang Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan foto copy semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kepentingan masyarakat dan meminimalisasi biaya
B.Saran

Dalam menjalankan usaha fotocopy, yang perlu untuk diperhatikan adalah mengenai bagaimana menjaga kualitas hasil fotocopy yang baik.dan menjaga stabilitas stock kertas serta mencari segmen yang tepat.juga menentukan dalam harga pasar.













DAFTAR PUSTAKA



                                                                                                                Nama : Ferdy Lumeno
                                                                                                                NRI : 080213073

di zaman yg modern ini qt tidak pernah luput dari teknologi apa lagi teknologi yg bernama
HP (handphone) hamper semua dari kita memiliki hp untuk melakukan pangilan jarak jauh atau surat elektronik,
Dan skarang juga hp telah di lengkapi denggan beberapa kemajuan iss : 3,5G , TV ,audio mp3 Dll , nah skarang saya akan membuat bisnis (usaha) jual beli hp & accesoris perincianya sebagai berikut :

Kajian teknis :
Menyewa tempat (penjualan) di daerah ramai akan pengujung          : Rp 2,000,000
2 karyawan denggan gaji /bulan                                                         : Rp 1,200,000
Pembelian aneka accesoris                                                                  :Rp 5,000,000
15 HP (handphone)                                                                             :Rp 10,000,000
Total                                                                                                    : Rp 18,200,000

Kajian ekonomis :
Keuntungan / bulan
 Keuntungan penjualan accessories                                                     :Rp5,500.000
Keuntungan penjualan klo 1hp di jualan 1.000,000,00                      :Rp 15,000,000
Keuntungan total                                                                                :Rp20,500,000
Keuntungan total – pengurangan /bulan
20,500,000 – 18,200,000
= 2,300,000
Jadi keuntungan selama 1 bulan yaitu 2,300,000
Kajian financial
Di bandingkan denggan menabung di bank denggan bunga 5%
Qt mendapatkan 910,000,00 / bulan
Jadi kita bisa meraut keuntungan lebih besar jika kita dapat memanfaatkan uang yg ada denggan sebaik2nya
           





 
Nama : Immanuel E.S Wibowo 
NRI      : 070213003
STUDI KELAYAKAN
SISTEM MANAJEMEN DAN ANALISA PROYEK
di PT. Adhi Karya wilayah Jatim
*      PENDAHULUAN
Sistem informasi dalam sebuah institusi atau lembaga dapat berfungsi dengan optimal apabila didukung dengan infrastruktur yang memadai dan juga sumber daya yang berkompeten.
Pada perkembangannya teknologi informasi saat ini sudah bisa merambah ketingkatan industri atau institusi level menengah kebawah. Dengan kondisi seperti ini bisa dikatakan bahwa konsep teknologi informasi untuk menunjang kinerja sebuah institusi berhasil. Banyak perusahaan dan institusi yang sudah mulai berekspansi memindahkan sistem atau pola manejemen yang menggunakan teknologi informasi untuk menopang fungsi manajemen mereka.
Dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi komputer serta teknologi informasi, dimana jarak tidak merupakan hambatan, komunikasi akan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, maka kesempatan untuk melakukan perubahan system ke arah yang lebih canggih telah terbuka. Komputerisasi pengembangan Information System yang didukung dengan internet sebagai media komunikasi, selain akan mampu meningkatkan profesionalisme, efisiensi, efektifitas dan transparansi, kedepan juga akan membentuk iklim yang kompetitif.
*      PEMBAHASAN
  1. Proses manajemen proyek di PT. Adhi Karya wilayah Jatim
Di dalam pengerjaan proyek tentunya dibutuhkan suatu rancangan, analisa dan pengerjaan yang terstruktur dan terjadwal. Dimulai dari design awal sebuah bangunan, kemudian pengitungan anggaran dasar bahan bangunan, gaji tukang dan mandor, proses pengerjaan hingga proses finishing dibutuhkan suatu laporan yang dapat di analisa dan di pantau setiap saat dan dari manapun.
Setiap minggu perkembangan proyek harus dimasukkan ke dalam sistem oleh supervisor, sehingga project manager atau arsitek bisa memantau banyak proyek di lain tempat dengan waktu yang bersamaan. Begitu pula pada proyek, supervisor bisa mendapatkan saran dari project manager jika terjadi perubahan spesifikasi bangunan..  
Seluruh proses pengerjaan proyek dari awala hingga proses finishing akan terdokumentasi dalam sebuah system yang dapat di cetak langsung kedalam file microsoft excel.. Dalam blok diagram tampak sebagai berikut.


Gambar 1. blok diagram alur data sistem informasi arus kas
  1. Sistem Informasi Laporan Perkembangan Proyek
Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan secara singkat proses laporan perkembangan proyek milik PT  Karya Adhi wilayah Jatim, hal ini kemudian akan dimigrasi kedalam sebuah sistem yang terkomputerisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang saat ini.
Secara fisik bagian pemasukan data berada  di pabrik dan Kantor Direksi, sedangkan user yang membutuhkan laporan berada di tempat yang terpisah. Namun hal ini dapat diatasi dengan adanya teknologi jaringan (internet ) berbasis web. Dengan teknologi berbasis web data laporan perkembangan proyek dapat diakses oleh semua user yang mempunyai hak dan kepentingan terhadap data laporan arus kas tersebut. Untuk akses internet yang dibutuhkan dapat memanfaatkan layanan internet yang ada, misalnya melalui PSTN, CDMA, dan GSM.
1.      Koneksi Internet
Secara teknis untuk dapat mengakses sebuah sistem berbasis web diperlukan computer dengan koneksi internet. Koneksi internet dapat dibangun dengan menggunakan jalur telekomunikasi dengan syarat komputer harus memiliki modem yang sesuai dengan jaringan telekomunikasi

Gambar 2. Arsitektur konsep berbasis web


2.      Aplikasi Upload data ke server web dan  konversi data
Aplikasi upload data merupakan modul yang difungsikan untuk mengirim data yang sudah ada di pabrik ke server web.  Koneksi internet dibutuhkan untuk dapat melakukan ekspor data. Setelah tersambung dengan internet , data yang telah di inputkan ke dalam databae postgres melalui web akan di ekspor ke dalam file excel dalam bentuk laporan yang siap di print.   


3.      Sistem Monitoring
Setiap hari keadaan kas di pabrik dapat dimonitor oleh pihak Kantor Direksi yang berkepentingan terhadap laporan proyek melalui data yang sudah di upload ke server web. Proses monitoring ini hanya bisa dilakukan oleh pihak tertentu sesuai dengan konfigurasi yang disepakati oleh pihak manajemen PT Adhi Karya wilayah Jatim, sehingga tidak semua orang bisa melihat. Namun jika memang data tersebut diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh umum maka dimungkinkan data tersebut biarkan tanpa adanya proteksi user.



















*      METODOLOGY, TAHAPAN PENGEMBANGAN SISTEM
Untuk menyeleasaikan pengembangan sistem sesuai lingkup pekerjaan yang telah dijelaskan sebelumnya kami menerapkan sebuah proses standard yang berlaku dalam pembangunan perangkat lunak internasional yaitu IEEE. Berikut ini konsep pengembangan yang akan digunakan untuk membangung sistem informasi.
Gambar 3. Tahapan Pembuatan Sistem Informasi Arus Kas PT Surya Tubal Indonesia dengan konsep spiral.
Pada dasarnya proses pengembangan Sistem Manajemen dan Analisa Proyek PT. Adhi Karya wilayah Jatim di dasarkan pada sebuah permasalahan yang ada, kemudian melihat penanganan yang ada saat itu. Studi kelayakan disini perlu dilakukan untuk mempertimbangkan semua bussines impact yang bisa disebabkan oleh adanya implementasi sebuah sistem yang baru.
Hal ini menyangkut pada keberhasilan sistem yang diterapkan. Masalah yang sebenarnya bukan pada pengembangan, namun sistem yang memang nyata memberikan solusi untuk peningkatan kinerja dari PT. Adhi Karya wilayah Jatim dan memperluas networking secara lebih luas dan intensif dengan stake holder terkait baik dengan pihak intern, rekanan, manajemen dan dunia industri lain.
Setelah melakukan feasibility study, kemudian dikembangkan ke arah yang lebih konkrit, bagaimana mengatasi semua problem yang muncul. Dari sini bisa dihitung antara keuntungan dengan impact yang harus ditanggung. Jika hal ini sudah bisa didapat nilainya maka, proses selanjutnya akan berada di pihak pengembang. Dalam hal ini kami sebagai pengembang memiliki sistem tahapan pengembangan dengan cara yang lebih trend saat ini, dan sangat efisien untuk mengembangan sebuah sistem yang besar.
a.      Perencanaan dan Penyusunan User Requirement
Perencanaan merupakan tahapan yang berfungsi untuk mendafatkan fakta-fakta yang ada dilapangan, yang merupakan kumpulan permasalahan serta proses penanganannya yang sedang dilakukan saat itu. Hasil dari tahapan ini adalah draft kumpulan permasalahan yang harus dipecahkan serta batasan-batasan yang diberikan.
Pada tahap ini kami sebagai pengembang melukan survey terhadap kebutuhan yang diinginkan oleh PT. Adhi Karya wilayah Jatim untuk kemudian kami bikin sebuah draft kumpulan masalah serta batasan yang ada.
b.      Analisis.
      Analisis merupakan tahapan awal dari pencarian solusi dan pemetaan terhadap permasalahan yang sesungguhnya harus diselesaikan lebih awal. Pada tahapan ini juga masih menyertakan tim dari PT. Adhi Karya wilayah Jatim sebagai bahan masukan bagi desain yang akan dibuat. Selain pengguna juga yang perlu diambil data-datanya juga beberapa pihak manajemen yang memiliki fungsi untuk mengambil keputusan, disisi lain dari pihak pengembang juga mengikutkan para praktisi IT di PT. Adhi Karya wilayah Jatim, dan bidang terkait untuk menjembatani semua keperluan yang diinginkan. Hasil dari proses ini berupa konfigurasi manajemen pengembangan, dan juga dilanjutkan dengan dokumen system requirement.
c.       Desain.
      Pada tahapan ini desain yang merujuk pada analisa yang telah dilakukan dibuat. Desain ini bukan sebuah keputusan final yang bisa langsung diekskusi, namun perlu dibicarakan dengan stakeholder dalam lingkup pekerjaan pengembangan Information System di PT. Adhi Karya wilayah Jatim. Hasil review akan menjadikan desain yang sudah ada lebih sempurna. Namun berdasarkan sistem pengembangan yang menggunakan konsep spiral, maka desain global hanyalah sebuah master plan, yang kemudian dipecah menjadi beberapa fase, setiap fasenya akan menghasilkan sebuah aplikasi/modul yang bisa diekskusi namun masih memerlukan review.
d.      Implementasi / Development.
      Tahapan ini akan melakukan proses pengembangan desain menjadi bentuk kode yang bisa diekskusi. Setiap kali dilakukan eksekusi akan dilakukan review intern antara programmer dengan sistem analis sehingga menghasilkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan PT. Adhi Karya wilayah Jatim.

e.       Testing.
      Pada tahapan ini dilakukan instalasi aplikasi dan melakukan pengujian terhadap sistem yang sesungguhny. Pada proses ini stakeholder akan dikumpulkan lagi untuk melakukan review terhadap aplikasi yang sedang diuji. Dari hasil review ini kemudian akan diteruskan kembali pada tahapan analisa, dan kemudian seterusnya sampai sistem benar-benar sesuai dengan yang dikehendaki.
*      BUSINESS PROBLEM
Adanya monitoring terhadap seluruh proyek milik PT. Adhi Karya wilayah Jatim, baik itu laporan keuangan harian dan keadaan proyek melalui perangkat PC yang terkoneksi dengan internet..
*      GOAL
Terbentuknya sebuah sistem komputerisasi dan aplikasi perangkat lunak pada proses pelaporan manajemen di proyek milik PT. Adhi Karya wilayah Jatim dengan menggunakan teknologi informasi yang sedang berkembang saat ini.

*      PAKET SISTEM DAN LINGKUP PEKERJAAN
a.      Software Development
1.      Aplikasi upload data memanfaatkan teknologi berbasis web (servlet jsp)
2.      Aplikasi web server
3.      Modul konversi database dari POSTGRES
4.      Aplikasi monitoring proyek
5.      Instalasi aplikasi
6.      Running test
7.      Training penggunaan aplikasi

b. Pengembangan Infrastruktur
1.      Pembangunan sistem koneksi internet  komputer yang ada di Perusahaan dan laptop pada proyek.
2.      Instalasi peralatan di lapangan.
3.      Training maintenance peralatan.
*      SPESIFIKASI TEKNIS
a.      Spesifikasi Teknis Software
1.      Aplikasi dibangun berbasis web menggunakan Java JSP SERVLET.
2.      Aplikasi menggunakan database POSTGRES.
3.      Terintegrasi dengan domain www.Adhikarya.com at au bila diperlukan dibuatkan subdomain baru sesuai kebutuhan.
4.      Aplikasi merupakan inputan dari seluruh unit termasuk Kantor Direksi dan menghasilkan output berupa informasi hasil pengolahan kompilasi dari input yang ada.
5.      Tresedia Aplikasi SMS GATEWAY sebagai layanan request SMS. Dimana informasi bias diakses via SMS baik by request atau secara periodic menampilkan informasi ke nomor HP tertentu.
6.      Input berasal dari kasbon yang telah dibayarkan.
7.      Tersedia tampilan versi cetak untuk seluruh output yang ada, sehingga laporan dapat dicetak sebagai hardcopy.
8.      Data-data yang dihasilkan tersimpan secara aman, dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tahun-tahun berikutnya.
9.      Terdapat manajemen user bagi pengguna dimana user yang menggunakan aplikasi menggunakan sistem levelisasi.
10.  Tersedia manual pengoperasian yang mudah dimengerti dan dibuat sebanyak 5 rangkap.
11.  Memberikan dokumentasi program yang meliputi design system, design tabel, DFD, ERD dan source program.
12.  Sistem dapat ditumbuh kembangkan.
13.  Dan Fitur lain yang akan disepakati bersama pada tahap pendefinisian user requirement.
b.      Minimum Requirement aplikasi pemasukan data ( PC )
1.      CPU PII 500MHz
2.      RAM 128 Mbyte
3.      Windows 98 O/S
4.      500 Mbyte Harddisk free space
5.      Serial Port/USB Port
6.      Modem
7.      Card Reader





c.       Physical Architecture system
Gambar 4. Arsitektur fisik sistem informasi arus kas PT Adhi Karya wilayah Jatim





d.      Logical architecture system












Gambar 5. Arsitektur logika sistem manajemen dan analisa proyek PT.Adhi Karya wilayah Jatim



*      TEAM WORK DAN TENAGA AHLI
Dalam proyek pengembangan sistem yang kecil dan sederhana, kemungkinan hanya ada seorang analis sistem yang merangkap sebagai pemrogram (analis/pemrogram) atau seorang programer yang merangkap sebagai analis sistem (pemrogram/analis). Akan tetapi untuk proyek pengembangan sistem yang relative besar atau komplek, pekerjaan ini dilakukan oleh sejumlah orang dalam bentuk tim.
Giga Media,Co.Ltd  membentuk Team Work, yang secara fungsional dapat langsung berhubungan dengan PT Adhi Karya wilayah Jatim dalam rangka penyelesaian pekerjaan tersebut. Adapun team work yang akan dibentuk oleh Giga Media,Co.Ltd, terdiri dari professional muda yang ahli di bidang IT. Dengan beberapa keahlian sbb :
  1. Project Manager.
  2. System Analyst & Design.
  3. Programmer.
  4. Network Designer.
  5. Technician (Hardware).
  6. Database Administrator.
  7. Web dan Graphic Designer.
  8. Technical Support.
  9. Administrasi dan Dokumentator



*      PERENCANAAN ANGGARAN
Perencanaan anggaran biaya untuk rancang bangun General Ledger berbasis Web ini sebagai berikut :
No
Urain
Man
Hour
Jumlah
Harga Satuan
Biaya
1
Survey dan studi kelayakan
6
8
96
Rp50,000.00
Rp4,800,000.00
2
Web Desain
2
8
80
Rp100,000.00
Rp8,000,000.00
3
Koding Program
4
8
640
Rp50,000.00
Rp32,000,000.00
4
Evaluasi Program
2
8
128
Rp50,000.00
Rp6,400,000.00
5
Migrasi Data Keuangan
2
8
144
Rp50,000.00
Rp7,200,000.00
6
Pembuatan Buku Operasional GL
2
8
32
Rp50,000.00
Rp1,600,000.00
7
Trainning SDM


1
Rp15,000,000.00
Rp15,000,000.00

Total Anggaran
Rp75,000,000.00








*      TIME SCHEDULE
Lama pengerjaan untuk pembangunan sistem ini selama 10 Minggu. Detail pekerjaan seperti tampak pada tabel berikut.
No
Kegiatan
Minggu
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
IX
X
1
Perencanan










2
Analisa Sistem










3
Design aplikasi










4
Implementasi










5
Pengujian










6
Update Sistem










7
Dokumentasi










8
Instalasi










9
Commisoning test










10
Training





















Daftar item pekerjaan
No
Item Pekerjaan
Qty
Unit
Waktu (Hari)
A
Desain Dan Perencanaan



1
Survey lapangan
3
Hari
3
2
Analisa kebutuhan sistem
3
Hari
3
2
desain rencana user interface
5
Hari
5
3
desain master data base
2
Hari
2
B
Implementasi



1
Aplikasi Upload Data
1
Page
5
2
Modul Database from Postgres ->java -> excel
1
Page
5
3
List  Perkembangan Proyek
1
Page
2
4
List Kondisi Proyek
1
Page
2
5
List Keuangan Proyek
1
Page
2
6
List Penjadwalan Proyek
1
Page
2
7
Laporan Perkembangan Proyek
1
Page
2
8
Laporan Kondisi Proyek
1
Page
2
9
Laporan Keuangan Proyek
1
Page
2
10
Laporan Penjadwalan Proyek
1
Page
2
C
Instalasi




Instalasi perangkat lunak
1
Paket
3
D
Pelatihan




Pelatihan penggunaan perangkat lunak
1
Paket
10

Pelatihan perawatan dan perbaikan
1
Paket
10

Total Waktu Pengerjaan
62


*      Penutup
Proposal ini diajukan atas kebutuhan dari pihak manajemen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja. Kata-kata yang tercantum pada proposal ini mengikat kedua belah pihak (pengembang dan pemilik aplikasi) untuk dijalankan secara bersama-sama, dengan konsisten.
Demikian proposal ini kami ajukan dengan harapan dapat menjadi masukan yang positif dalam rangka pembuatan dan pengembangan Sistem Manajemen dan Analisa PT. Adhi Karya wilayah Jatim. Besar Harapan Kami untuk dapat bekerjasama dengan PT. Adhi Karya wilayah Jatim.










*      Tentang GIGA MEDIA Co.Ltd,
Perkembangan teknologi yang semakin cepat dewasa ini mau tidak mau harus diikuti, terutama dalam rangka bertujuan untuk meraih kemenangan persaingan bisnis kita dengan kompetitor-kompetitor lain. Karena itulah Giga Media,Co.Ltd, hadir kepada Anda untuk memberikan solusi terbaik dalam rangka mengembangkan ruang bisnis Anda, yakni dengan memanfaatkan penggunaan dunia Internet dan Teknologi Informasi.
Beberapa alasan utama mengapa Anda perlu memberikan kesempatan kepada kami untuk meyakinkan Anda menggunakan jasa layanan kami, diantaranya:
  • Giga Media,Co.Ltd, memiliki team yang muda, energik, sangat solid dan profesional. Terutama dengan didukung oleh pengalaman matang kami di beberapa portal berita dan portal komunitas terbesar di Indonesia.
  • Giga Media,Co.Ltd, selalu berkomitmen untuk selalu memberikan ide, solusi, kualitas dan harga yang terbaik. Yang pasti akan benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda, BUKAN untuk kepentingan pemaksaan kehendak bisnis semata.
Disamping menawarkan IT solutions, kami juga berpengalaman dalam memberikan solusi bagi berbagai kebutuhan integrasi system jaringan, aplikasi maupun database.
Keahlian utama kami adalah spesialis di bidang integrasi jaringan, web dan Internet Technology Solution. Yang didalamnya meliputi :
1.      Networking dan Internetworking
2.      Web creative & design
3.      Web programming & development
4.      E-Business consulting
5.      Internet / Intranet / Extranet development
Beberapa produk dan layanan kami seperti :
  1. Corporate Website
·         Company Profile.
·         Customer Relationship.
·         Product catalog.
·         Web programming dan Database administration.
  1. Consumer Website
·         e-Commerce portal (Online payment system).
·         News portal / community portal / one stop destination portal.
  1. Application Development
·         E-Procurement.
·         E-Government.
·         E-Hospital.
·         E-Clinic.
  1. Network System Integrator
·         Wireless Solution.
·         Multi-system Integration.
·         LAN and Internet/Intranet connectivity.
·         Hardware maintenance.
  1. IT Training
·         Linux
·         MS Office
·         Windows, etc.

Perusahaan yang sudah mengimplementasikan aplikasi ini:
1.      PT. Sarana Remaja Mandiri
Sebuah perusahaan kontruksi yang berkonsentrasi pada pembangunan tower. Merupakan pemegang hak dalam pembangunan Tower Trans Group wilayah Indonesia Timur. Perusahaan ini memiliki lebih dari 15 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia bagian timur, dengan kantor pusat di Jl. Tenggilis Mejoyo 24 B Surabaya.
2.      Gool Futsal
Sebuah usaha yang dikelola oleh tenaga muda yang berbakat yang tidak hanya bergerak di bidang persewaan lapangan futsal tetapi juga sekolah sepak bola. Konsep dari usaha ini adalah muda dan modern, tentunya dengan dukungan sistem informasi yang canggih dan fasilitas yang bertaraf internasional, usaha ini mampu menjadi official partner dari KONI Jatim serta event-event besar milik perusahaan rokok ternama di Indonesia. Gool Futsal beralamat di ITC Mangga Dua Jagir Wonokromo.
Kami juga berpengalaman dengan produk pemesanan khusus (tailor-made product) baik dengan skala besar maupun kecil, yang biasanya merupakan gabungan dari beberapa produk yang memang telah disesuaikan dengan kebutuhan Anda sesungguhnya. Sehingga akan benar-benar efektif dalam pengimplementasian dan efisien dalam pembiayaannya.


DAFTAR PUSTAKA
www. Wikipedia.com
gigamedia-it.com/web_documents/gigamedida.doc







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar